Nama Bupati Ponorogo Dicatut, Proyek Monumen Reog Disorot KPK - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kriminal · 27 Nov 2025 10:28 WIB ·

Nama Bupati Ponorogo Dicatut, Proyek Monumen Reog Disorot KPK


 Nama Bupati Ponorogo Dicatut, Proyek Monumen Reog Disorot KPK Perbesar

Surabaya, – Gelombang kasus korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco kini merembet pada proyek kebanggaan Kabupaten Ponorogo, Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP).

Proyek yang semula diharapkan menjadi ikon budaya baru bagi masyarakat Bumi Reog itu mendadak menjadi sorotan publik setelah disebut-sebut dalam rangkaian pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Proyek MRMP kembali mencuat ke permukaan lantaran adanya dugaan pencatutan nama Bupati Ponorogo dalam proses pengerjaannya.

Informasi ini muncul setelah OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Sugiri Sukoco, yang memicu rangkaian pengembangan penyidikan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan sejumlah pihak dalam proyek pembangunan monumen tersebut.

Pencatutan nama kepala daerah dalam sebuah proyek kerap menjadi indikasi adanya tekanan, permintaan tertentu, atau keterlibatan yang tidak sesuai prosedur. Publik Ponorogo pun dibuat cemas, mengingat proyek MRMP merupakan proyek besar yang menelan anggaran signifikan dan menjadi simbol identitas daerah.

KPK resmi mendatangi kantor PT Widya Satria, kontraktor yang mengerjakan proyek MRMP, yang berlokasi di Jalan Ketintang Permai, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Rabu (26/11/2025).

Kedatangan penyidik merupakan bagian dari upaya penelusuran dokumen yang dianggap penting untuk membuka alur perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek.

Direktur PT Widya Satria, Erlangga Satriagung, membenarkan kedatangan tim penyidik. Ia menyebut ini merupakan kali pertama KPK mengunjungi kantor perusahaannya.

“Ya ditanya data, tugasnya beliau-beliau itu kan data tuh. Ke rumah cari data itu saja,” katanya, Kamis (27/11/2025).

Erlangga menyebut bahwa dokumen yang dicari berkaitan dengan proyek Monumen Reog, namun ia enggan merinci berkas apa saja yang diperiksa penyidik KPK.

“Ini memang tugasnya beliau-beliau mencari data itu. Yang Ponorogo ini, Monumen Reog Ponorogo ini kan proyek 2024 kalau nggak salah,” tambahnya.

Pernyataan Erlangga kemudian menuai perhatian. Di hadapan wartawan, ia mengaku tidak mengetahui berapa total nilai anggaran proyek Monumen Reog, meski ia merupakan direktur sekaligus pemegang saham PT Widya Satria.

“Enggak hafal ya, kalau Ponorogo itu saya kan cuma pemegang saham. Jadi enggak paham tentang teknisnya,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rp70 Juta Hasil Jual Emas Rampokan Dibagi Rata, Polisi Ungkap Peran Pelaku di Lumajang

19 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kerugian Rp15 Juta, PLN Kehilangan Kabel Aktif di Tangan Pegawai Sendiri

19 Juni 2026 - 20:20 WIB

Teror Digital di Lumajang: Ancaman Pembunuhan Disertai Penyebaran Identitas Korban

19 Juni 2026 - 18:19 WIB

Temuan Sidak Mengejutkan, 3.115 Botol Miras Berbagai Merek Disita di Lumajang

17 Juni 2026 - 14:29 WIB

Dari Ajakan Membahas Tugas Sekolah hingga Laporan Polisi, Ada Apa di SD Nguter 05?

15 Juni 2026 - 17:28 WIB

Laporan Warga Berujung Sidak, Tiga Toko Miras Tanpa Izin Diperiksa

14 Juni 2026 - 22:35 WIB

Trending di Kriminal