Satu perjalanan ke Tumpak Sewu Lumajang tidak berhenti ketika wisatawan meninggalkan kawasan air terjun. Mereka membawa pulang foto, video, dan cerita.
Mereka juga membagikan pengalaman tersebut melalui media sosial. Dari sana, cerita tentang Tumpak Sewu menjangkau lebih banyak orang di berbagai negara.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi perkembangan pariwisata Lumajang. Setiap wisatawan dapat ikut mengenalkan keindahan Tumpak Sewu kepada dunia.
Kunjungan Wisman ke Tumpak Sewu Naik 30–40 Persen
Pengelola Tumpak Sewu, Dwi Rumanto, mencatat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara dalam beberapa waktu terakhir.
Jumlahnya meningkat sekitar 30–40 persen. Dalam kondisi normal, Tumpak Sewu menerima sekitar 100–200 wisatawan asing setiap hari.
“Kunjungan wisatawan melonjak antara 30–40 persen, utamanya yang dari luar negeri,” ujar Dwi, Rabu (12/8/2026).
Wisatawan yang datang juga semakin beragam. Sebelumnya, wisatawan dari China cukup mendominasi kunjungan.
Kini, wisatawan dari Eropa dan Malaysia juga semakin banyak terlihat.
“Itu yang banyak dari Eropa, China, dan Malaysia,” katanya.
Peningkatan ini menunjukkan daya tarik Tumpak Sewu di mata wisatawan internasional. Panorama air terjun menjadi salah satu magnet utamanya.
Namun, pengalaman perjalanan juga ikut menarik perhatian wisatawan. Mereka menikmati perjalanan, mengabadikan momen, lalu membagikannya kepada pengikut mereka.
Satu Unggahan Wisman Bisa Jadi Promosi Tumpak Sewu
Bagi Dwi Rumanto, wisatawan membawa manfaat lebih dari sekadar angka kunjungan.
Mereka juga membawa cerita tentang Tumpak Sewu. Saat wisatawan mengunggah foto dan video, mereka ikut mengenalkan destinasi tersebut kepada dunia.
Promosi seperti ini tumbuh secara alami. Wisatawan menceritakan apa yang mereka lihat dan rasakan selama berada di Tumpak Sewu.
Cerita tersebut kemudian menyebar melalui media sosial. Pengikut mereka dapat melihat keindahan Tumpak Sewu dari berbagai sudut.
Sebagian orang mungkin kemudian tertarik untuk datang langsung.
“Harapannya tidak hanya sekarang, tapi ke depan lebih banyak lagi yang datang. Dengan adanya mereka secara tidak langsung membantu promosi kita di luar negeri melalui media sosial mereka,” ungkap Dwi.
Karena itu, setiap wisatawan dapat menjadi duta kecil Tumpak Sewu.
Satu foto dapat memancing rasa penasaran. Satu video dapat memperkenalkan destinasi kepada ribuan pengguna media sosial.
Promosi seperti ini juga memiliki kekuatan tersendiri. Wisatawan membagikan pengalaman berdasarkan apa yang mereka alami secara langsung.
Cerita Wisatawan Ikut Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Kunjungan wisatawan mancanegara juga membawa peluang bagi masyarakat sekitar.
Wisatawan membutuhkan berbagai layanan selama perjalanan. Mereka menggunakan jasa pemandu, transportasi, kuliner, hingga berbagai produk usaha masyarakat.
Aktivitas tersebut membantu menggerakkan ekonomi lokal. Masyarakat pun memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat dari pertumbuhan pariwisata.
Karena itu, pengelola dan masyarakat perlu menjaga pengalaman wisatawan. Pelayanan yang ramah dapat meninggalkan kesan positif.
Lingkungan yang bersih juga membuat wisatawan merasa nyaman. Masyarakat yang ikut terlibat semakin memperkuat pengalaman mereka selama berkunjung.
Pengelola Tumpak Sewu mencatat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebagai perkembangan positif. Namun, peluang yang lebih besar muncul dari cerita yang mereka bawa pulang.
Setiap wisatawan dapat memperluas cerita tentang Tumpak Sewu. Mereka dapat membagikan pengalaman melalui satu foto, satu video, atau satu unggahan.
Cerita itu kemudian berpindah dari satu layar ke layar lainnya.
Dari sanalah nama Tumpak Sewu Lumajang semakin dikenal. Bukan hanya oleh wisatawan Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat di berbagai negara.
Tinggalkan Balasan