Kemerdekaan Lumajang dan Sejarahnya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Agu 2026 13:04 WIB ·

Bukan Sekadar Merayakan Kemerdekaan, Bunda Indah Ajak Warga Lumajang Bergerak dan Mengabdi


 Bukan Sekadar Merayakan Kemerdekaan, Bunda Indah Ajak Warga Lumajang Bergerak dan Mengabdi Perbesar

eringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar agenda tahunan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat persatuan dan gotong royong.

Kedua nilai tersebut menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah.

Pesan itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, setelah mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi secara virtual.

Bunda Indah mengikuti upacara bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma dan jajaran Forkopimda di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Senin (17/8/2026).

Dari Alun-Alun hingga Ruang Mahameru

Sebelumnya, Bunda Indah dan Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda mengikuti upacara pengibaran Sang Merah Putih di Alun-Alun Kabupaten Lumajang.

Kemudian, mereka mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi yang disiarkan langsung dari Jakarta.

Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat.

Saat pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung, seluruh peserta berdiri dengan sikap sempurna.

Mereka kemudian memberikan penghormatan sambil mengikuti lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana tersebut kembali mengingatkan seluruh peserta pada perjuangan panjang para pahlawan.

Karena itu, peringatan kemerdekaan tidak hanya menghadirkan suasana kebangsaan. Momentum ini juga mengajak masyarakat melihat kembali tanggung jawab generasi saat ini.

Bunda Indah: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata

Bunda Indah mengatakan kemerdekaan merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut melalui tindakan nyata.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan ini dengan kerja nyata, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta membangun Lumajang agar semakin maju dan sejahtera,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sebaliknya, dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan pembangunan.

“Mari kita jadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai energi untuk terus bergerak bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kebersamaan seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Kabupaten Lumajang,” tuturnya.

Selain itu, Bunda Indah mengajak masyarakat meneruskan nilai perjuangan para pahlawan.

Semangat pantang menyerah, persatuan, kepedulian, dan pengabdian tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengisi kemerdekaan melalui berbagai tindakan positif di lingkungan masing-masing.

Dari Semangat Kebangsaan Menuju Pengabdian

Nuansa kebangsaan juga terlihat dari pakaian yang dikenakan para peserta.

Sebagian peserta mengenakan pakaian adat. Sementara itu, peserta lainnya mengenakan seragam kebesaran masing-masing.

Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa persatuan Indonesia tumbuh dari berbagai latar belakang.

Karena itu, keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika masyarakat memiliki tujuan yang sama.

Peringatan HUT ke-81 RI di Lumajang akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus menjaga kebersamaan. Selain itu, seluruh elemen daerah dapat mengisi kemerdekaan melalui karya, pelayanan, dan pengabdian.

Pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat tanggal 17 Agustus.

Kemerdekaan adalah tentang apa yang kita lakukan setelah mengenang perjuangan para pahlawan.

Mari bergerak bersama, bekerja dengan tulus, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Karena kemerdekaan akan semakin bermakna ketika kita mengisinya dengan kerja nyata dan pengabdian untuk Lumajang.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Lumajang Siapkan Penataan Kabel Internet, Alun-Alun hingga Jalan PB Sudirman Jadi Prioritas

18 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Tak Ada Asap dan Titik Api, BPBD Lumajang Tetap Waspadai Karhutla di TNBTS

18 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Bendera Diturunkan, Pesan untuk Generasi Muda Lumajang Justru Digaungkan Mas Yudha

18 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Saat Sirine Berbunyi, Lumajang Berhenti Sejenak: Mengingat Perjuangan di Detik 10.17

18 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Bunda Indah Titip Pesan Penting untuk Warga Lumajang di HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Tengah Malam, 427 Pahlawan Jadi Pengingat: Kemerdekaan Tak Pernah Datang dengan Mudah

18 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Trending di Daerah