Tradisi Barikan Lumajang dan Nilai Kebersamaan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 19 Agu 2026 09:43 WIB ·

Bukan Sekadar Tumpeng, Barikan Warga Ditotrunan Buktikan Gotong Royong Masih Hidup


 Bukan Sekadar Tumpeng, Barikan Warga Ditotrunan Buktikan Gotong Royong Masih Hidup Perbesar

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, ada tradisi sederhana yang tetap mampu mempertemukan warga.

Namanya Barikan.

Tradisi ini tidak membutuhkan kemewahan. Warga cukup berkumpul, duduk bersama, berbagi, dan memanjatkan doa.

Namun, di balik kesederhanaannya, Barikan menyimpan nilai kebersamaan yang kuat.

Nilai tersebut terlihat dalam tradisi Barikan warga RW 7 Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8/2026).

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Barikan Jadi Ruang Warga untuk Berkumpul

Bagi warga RW 7, Barikan bukan sekadar kegiatan menjelang peringatan kemerdekaan.

Sebaliknya, tradisi tersebut menjadi ruang untuk bertemu dan mempererat hubungan antarwarga.

Warga duduk bersama. Mereka juga memanjatkan doa untuk kebaikan bersama.

Dengan cara sederhana itu, hubungan antarwarga tetap terjaga.

Bunda Indah mengatakan tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat perlu terus dirawat.

Menurutnya, Barikan mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Barikan ini adalah budaya yang harus terus kita pertahankan. Sekaligus menjadi momentum untuk berdoa bersama demi kebaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Bunda Indah.

Selain itu, Bunda Indah mengapresiasi warga RW 7 yang terus menjaga kerukunan dan gotong royong.

“Terima kasih telah senantiasa menjaga kerukunan, gotong royong, serta kondusivitas di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Dari Tumpeng, Tumbuh Semangat Kebersamaan

Ketua RW 7 Kelurahan Ditotrunan, Rubiyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga.

Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi kunci agar tradisi Barikan tetap hidup.

Karena itu, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan tersebut.

Rangkaian Barikan kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Lumajang.

Setelah itu, Bunda Indah menyerahkan potongan tumpeng kepada sejumlah tokoh masyarakat.

Momen sederhana tersebut sekaligus menjadi simbol kebersamaan.

Lebih dari sekadar makanan, tumpeng menjadi pengikat warga dalam satu ruang dan satu tujuan.

Sementara itu, tradisi Barikan menunjukkan bahwa menjaga kerukunan tidak selalu membutuhkan kegiatan besar.

Cukup dengan berkumpul, saling menghargai, berbagi, dan mendoakan kebaikan bersama.

Gotong Royong Bisa Dimulai dari Lingkungan Terkecil

Nilai yang terkandung dalam tradisi Barikan Lumajang tetap relevan di tengah kehidupan masyarakat saat ini.

Setiap orang memiliki kesibukan masing-masing. Namun, ruang untuk bertemu dengan tetangga tetap penting.

Melalui pertemuan sederhana, warga dapat saling mengenal dan menjaga hubungan baik.

Selain itu, kebersamaan juga dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, Barikan bukan hanya tentang menjaga tradisi.

Tradisi tersebut juga menjadi cara sederhana untuk merawat kehidupan sosial yang harmonis.

Terlebih menjelang peringatan kemerdekaan, Barikan kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya gotong royong.

Semangat tersebut tidak hanya hidup dalam sejarah perjuangan bangsa.

Sebaliknya, gotong royong dapat terus tumbuh dari lingkungan paling kecil.

Dimulai dari keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan tetangga, hingga masyarakat yang lebih luas.

Pada akhirnya, Barikan mengajarkan bahwa kebersamaan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Cukup berkumpul, berbagi, berdoa, dan saling peduli. Dari hal sederhana itulah, kerukunan dapat terus tumbuh dan gotong royong tetap hidup.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Kabel Kota Mulai Ditata, Bunda Indah Ingin Lumajang Lebih Rapi Tanpa Ganggu Internet Warga

19 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Tugas Selesai, Perjuangan Belum Berakhir: Paskibraka Lumajang Bawa Bekal untuk Masa Depan

19 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Tugas Selesai, Perjuangan Belum Berakhir: Paskibraka Lumajang Bawa Bekal untuk Masa Depan

19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Trending di Daerah