Peringatan HUT ke-81 RI di Lumajang tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan.
Lebih dari itu, peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen daerah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengajak pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, generasi muda, dan seluruh warga menjaga suasana yang aman serta harmonis.
Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Senin (17/8/2026).
75 Paskibraka Kibarkan Merah Putih di Alun-Alun Lumajang
Upacara dimulai pukul 07.30 WIB. Jajaran Forkopimda, TNI-Polri, veteran, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan undangan lainnya turut mengikuti upacara.
Prosesi berlangsung khidmat ketika 75 putra-putri terbaik Kabupaten Lumajang menjalankan tugas sebagai Paskibraka.
Mereka mengibarkan Sang Merah Putih bersama unsur TNI dan Polri.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Oktafiyani, membacakan teks Proklamasi.
Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapolsek Tekung AKP Samsul Hadi. Kemudian, Perwira Upacara dijabat Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Jauhar Ma’arif.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan menjadi milik seluruh masyarakat.
Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI bukan hanya tentang seremoni. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Bunda Indah: Lumajang Harus Aman, Rukun, dan Nyaman
Bunda Indah mengatakan kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam upacara mencerminkan pentingnya kebersamaan.
Menurutnya, kondisi daerah yang aman dan kondusif menjadi modal penting untuk menjalankan pemerintahan serta pembangunan.
“Kita berharap Kabupaten Lumajang senantiasa dalam kondisi yang kondusif, aman, dan nyaman, di bawah kepemimpinan Forkopimda yang rukun. Kita akan terus bergandengan tangan bersama masyarakat untuk menjalankan pemerintahan yang baik, bersih, dan benar,” tegasnya.
Selain menjaga keamanan, masyarakat juga perlu mempertahankan hubungan yang harmonis.
Karena itu, Bunda Indah mengajak setiap elemen menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab.
Pemerintah juga perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.
Suasana daerah yang kondusif juga memberi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan nyaman.
Berbeda Peran, Tetap Satu Tujuan untuk Lumajang
Bunda Indah juga menekankan pentingnya menghormati tugas dan kewenangan setiap lembaga.
Menurutnya, setiap unsur pemerintahan memiliki fungsi masing-masing. Karena itu, setiap lembaga harus menjalankan kewenangannya tanpa saling mengintervensi.
“Tentunya dengan masing-masing kewenangan kami, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, tidak saling mengintervensi, tetapi saling menjalankan fungsi dan kewenangan masing-masing dengan satu prinsip, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Dengan demikian, perbedaan tugas tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama.
Sebaliknya, setiap lembaga dapat saling mendukung sesuai kewenangannya.
Pada akhirnya, menjaga persatuan menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.
Pemerintah, aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, dan seluruh warga memiliki peran masing-masing.
HUT ke-81 RI di Lumajang menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Karena itu, mari terus menjaga kebersamaan, menghormati perbedaan, dan bergandengan tangan membangun Lumajang.
Berbeda peran, satu tujuan. Bersama menjaga Lumajang tetap aman, nyaman, harmonis, dan semakin maju.
Tinggalkan Balasan