Literasi Keuangan Lumajang untuk Ekonomi Stabil - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 26 Apr 2026 17:02 WIB ·

Cegah Risiko Finansial, Lumajang Perkuat Literasi Keuangan Warga


 Cegah Risiko Finansial, Lumajang Perkuat Literasi Keuangan Warga Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat literasi keuangan sebagai strategi utama menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya menikmati pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan aman.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa masyarakat harus memahami cara mengelola keuangan sejak sekarang. Ia melihat risiko finansial meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

“Literasi keuangan adalah kunci. Masyarakat harus memahami cara mengelola keuangan, mengenali risiko, dan menggunakan layanan keuangan dengan tepat,” ujarnya saat menerima kunjungan OJK Jember, Rabu (15/4/2026).

Ia menilai rendahnya literasi keuangan bisa memicu masalah baru. Masyarakat bisa terjebak pinjaman online ilegal atau mengelola keuangan secara tidak sehat.

Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat agar lebih cermat dalam mengambil keputusan finansial. Kemampuan memilah informasi kini menjadi kebutuhan penting di era digital.

Bunda Indah juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini. Ia meminta sekolah ikut membekali pelajar dengan pemahaman keuangan.

Generasi muda harus memahami risiko sejak awal. Mereka juga perlu membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mendukung langkah tersebut. Ia menyebut literasi keuangan sebagai kunci perlindungan masyarakat.

Ia juga mendorong penggunaan transaksi non tunai. Sistem ini dinilai lebih aman dan efisien.

“Pelajar harus paham agar tidak terjebak pinjaman ilegal. Masyarakat juga harus bisa membedakan layanan resmi dan ilegal,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang paham keuangan akan lebih siap menghadapi perubahan ekonomi. Mereka juga lebih bijak dalam menggunakan layanan keuangan.

Literasi keuangan juga berdampak langsung pada UMKM. Pelaku usaha bisa mengelola modal dengan lebih baik.

Mereka juga lebih mudah mengakses pembiayaan resmi dan mengembangkan usaha. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat.

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperluas edukasi keuangan bersama OJK. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan ekonomi.

Dengan literasi yang kuat, Lumajang optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi. Masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya secara aman dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desa Kerukunan Menyambut Tamu, Warga Senduro Gotong Royong Benahi Jalan

21 Juni 2026 - 12:32 WIB

Bupati Ingatkan Penambang Waspadai AMAK 25, Jangan Tunggu Alarm Berbunyi

20 Juni 2026 - 20:14 WIB

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Trending di Daerah