Gerbas Tani 2025: Menurunkan Angka Stunting - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 7 Agu 2025 05:19 WIB ·

Dari Ladang ke Meja Makan: Gerakan Sayur Segar Lumajang Lawan Stunting Sejak Dini


 Dari Ladang ke Meja Makan: Gerakan Sayur Segar Lumajang Lawan Stunting Sejak Dini Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang semakin serius dalam menurunkan angka stunting melalui gerakan pangan lokal bergizi. Salah satu langkah konkret terlihat dari peluncuran Gerakan Belanja Sayur di Lahan Petani (Gerbas Tani) 2025 yang berlangsung di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Selasa (5/8/2025).

Ketua Tim Penggerak PKK Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya sayur sebagai sumber nutrisi utama, khususnya dalam masa krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

“Sayuran mengandung vitamin, mineral, dan serat yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh anak. Konsumsi harian sayur menjadi kebiasaan kecil yang membawa dampak besar dalam pencegahan stunting,” ujar Dewi Natalia saat membuka kegiatan.

Menurutnya, Gerbas Tani bukan sekadar ajang belanja, tetapi juga ruang edukasi yang mengajak masyarakat kembali ke sumber pangan sehat: lahan petani lokal. Melalui gerakan ini, keluarga bisa langsung membeli sayuran segar dari petani, sekaligus membantu menggerakkan ekonomi desa.

“Kita ingin keluarga Indonesia, terutama di pedesaan, bisa mengakses pangan sehat tanpa perantara, sambil mendukung pendapatan petani dan pelaku UMKM lokal,” jelasnya.

Stunting masih menjadi tantangan nasional akibat kekurangan gizi kronis sejak dini. Melalui Perpres Nomor 72 Tahun 2021, pemerintah pusat menekankan pentingnya intervensi gizi spesifik dan sensitif. Lumajang menjawabnya dengan pendekatan komunitas, seperti Gerbas Tani ini.

BUMDes Kedungrejo Mulyo mengelola program tersebut dengan menyajikan aneka sayuran berkualitas sekaligus memberikan edukasi langsung seputar manfaat gizi kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga dikemas sebagai wisata edukatif dan produktif, di mana pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman memetik sayur di kebun petani. Selain meningkatkan kesadaran konsumsi sayur, konsep ini membuka peluang baru bagi petani dan UMKM untuk berkembang.

Dewi Natalia berharap Gerbas Tani menjadi inspirasi bagi daerah lain. “Gerakan kecil ini adalah bagian dari revolusi besar untuk mencetak generasi bebas stunting, sehat, dan cerdas,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Petani Tembakau Lumajang Belajar Bikin Pupuk Organik, APTI: Kualitas Tak Kalah dari Pupuk Kimia

21 September 2026 - 12:29 WIB

Penerima Bantuan Beras Lumajang Turun 4.276 Keluarga, Mengapa?

21 September 2026 - 11:32 WIB

Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan

21 September 2026 - 09:23 WIB

Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang

21 September 2026 - 09:16 WIB

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Trending di Daerah