Dari Vespa hingga RX King, Komunitas di Lumajang Jadi Ujung Tombak Perubahan dan Promosi Daerah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang 100 Becak Listrik Hadiah Presiden: Napas Baru untuk Pengayuh Becak Lumajang yang Mulai Sepuh Transformasi Digital Tak Cukup dengan Infrastruktur: “Kuncinya Ada pada Pemanfaatan yang Efektif” Atlet Disabilitas Lumajang Bikin Sejarah: Sabet 3 Emas dan 1 Perak di Keparprov Jatim 2025 Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Pemerintah Perkuat Mitigasi Berbasis Informasi Resmi di Kawasan Lahar Semeru

Daerah · 28 Des 2025 16:50 WIB ·

Dari Vespa hingga RX King, Komunitas di Lumajang Jadi Ujung Tombak Perubahan dan Promosi Daerah


 Dari Vespa hingga RX King, Komunitas di Lumajang Jadi Ujung Tombak Perubahan dan Promosi Daerah Perbesar

Lumajang, – Dari komunitas Vespa hingga RX King, serta berbagai komunitas kepemudaan lain, Lumajang kini memiliki ujung tombak perubahan sosial sekaligus promosi daerah yang efektif.

Ketua Kadin Lumajang, Agus Setiawan, menegaskan kemajuan pemerintah daerah tidak akan tercapai jika berjalan sendiri tanpa dukungan komunitas.

“Kalau pemerintah mengaku bisa berjalan sendiri itu bullshit. Pemerintah memang butuh bantuan dari masyarakat, pemuda, dan komunitas. Mereka adalah agen perubahan,” katanya, Minggu (28/12/2025).

Menurut Agus, komunitas tidak hanya berperan sebagai wadah hobi atau kumpul-kumpul, tetapi juga sebagai public relation gratis bagi pemerintah.

Sebab, kegiatan yang dilakukan komunitas sering kali menarik perhatian luas, memperkenalkan Lumajang ke berbagai kota lain seperti Jember, Malang, hingga seluruh Jawa Timur.

“Melalui komunitas, mereka memperkenalkan Kabupaten Lumajang. Ini promosi gratis, Pak Kapit tidak perlu bayar. Mereka sukarela mengunggah video dan kegiatan Lumajang,” jelasnya.

Contohnya, kata dia, saat acara RX King, ribuan anggota komunitas dari seluruh Indonesia hadir ke Lumajang, tanpa biaya besar dari pemerintah, namun memberikan manfaat luar biasa bagi promosi daerah.

Agus menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk komunitas. Ia mendorong agar fasilitas publik, seperti stadion dan gedung, bisa dimanfaatkan sebagai tempat berkegiatan komunitas.

Salah satunya adalah rencana menjadikan Gedung Sujono sebagai pusat kegiatan pemuda dan komunitas, atau community center.

“Komunitas tidak bisa maju sendiri kalau pemerintahnya tidak mendukung. Kolaborasi adalah hal utama. Kalau kabupaten ingin dikenal luas, pemerintah harus membina komunitas,” tegas Agus.

Agus menyampaikan, komunitas merupakan agen perubahan, wadah kreativitas, sekaligus media promosi yang efektif. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan komunitas, Lumajang bisa berkembang lebih cepat, dikenal lebih luas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tidak ada namanya pemerintah maju sendiri. Tidak ada namanya komunitas maju sendiri. Semua butuh kolaborasi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda

31 Desember 2025 - 10:16 WIB

Dilema Politisi Pendukung Bupati, Tahu Masalah, Tapi Mengaku Tak Bisa Bicara

30 Desember 2025 - 12:39 WIB

Dugaan Pengkondisian Proyek APBD Jember, Infrastruktur Dikebut, Kualitas Dipertanyakan

30 Desember 2025 - 12:25 WIB

Cegah Bahaya Kebakaran, Kapolres Lumajang Larang Penggunaan Petasan dan Kembang Api

30 Desember 2025 - 10:09 WIB

Harga Urea Rp130 Ribu per Sak, Kios Resmi Beberkan Tekanan Jual di Atas HET

29 Desember 2025 - 11:46 WIB

Refleksi DPRD Jember, Pemerintahan Daerah Rawan Masalah Administrasi dan Pengawasan

29 Desember 2025 - 10:28 WIB

Trending di Daerah