Di Tengah Sulitnya Ekonomi, Penjual Ketan Ini Justru Rutin Menyisihkan Rezeki - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 6 Sep 2025 14:54 WIB ·

Di Tengah Sulitnya Ekonomi, Penjual Ketan Ini Justru Rutin Menyisihkan Rezeki


 Di Tengah Sulitnya Ekonomi, Penjual Ketan Ini Justru Rutin Menyisihkan Rezeki Perbesar

Lumajang, – Di tengah tantangan ekonomi yang makin menghimpit, sebuah kisah sederhana dari sudut Tempeh Tengah, Lumajang, berhasil menyentuh nurani banyak orang.

Seorang penjual ketan keliling, yang hidupnya bergantung pada gerobak mungil, justru rutin menyisihkan rezekinya untuk berinfak.

Nominalnya mungkin tak seberapa, hanya Rp2.000 per hari, namun makna di baliknya jauh lebih besar. Dalam beberapa minggu, jumlah yang terkumpul mencapai Rp122.000.

Uang itu kemudian diserahkan langsung kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang.

Baca juga: Lahir di Makkah, Bayi Nu’aim Akhirnya Pulang ke Lumajang

Yang lebih mengejutkan, bulan ini saja sang penjual ketan sudah dua kali datang menyetor infak. Konsistensi ini menjadi tamparan lembut bagi banyak orang yang mungkin memiliki lebih, tapi belum tentu tergerak untuk berbagi.

Saat momen penyerahan infak berlangsung, Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), hadir langsung di kantor Baznas. Menyaksikan langsung ketulusan sang penjual ketan, Bunda Indah tampak berkaca-kaca.

Baca juga: Menteri PPPA Kecam Keras Kekerasan yang Merenggut Nyawa Anak di Pasuruan

“Ini bukan soal besar kecilnya uang, tetapi tentang keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi. Infak seperti ini tidak ternilai harganya,” ungkap Bunda Indah dengan penuh haru, Sabtu (6/9/25).

Menurutnya, ini adalah potret nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Bahkan, muncul dari mereka yang kehidupannya jauh dari kata berkecukupan.

“Kalau seorang penjual ketan bisa menyisihkan rezekinya secara rutin, maka tak ada alasan bagi kita yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah