Diskusi FGD Digelar, Sound Horeg di Malang Tetap Berjalan Sesuai Kesepakatan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 5 Jul 2025 19:26 WIB ·

Diskusi FGD Digelar, Sound Horeg di Malang Tetap Berjalan Sesuai Kesepakatan


 Diskusi FGD Digelar, Sound Horeg di Malang Tetap Berjalan Sesuai Kesepakatan Perbesar

Malang, – Di tengah polemik fatwa haram terhadap gelaran sound horeg yang muncul dari forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Besuk, Pasuruan, para pelaku usaha sound system di Kabupaten Malang memilih jalan dialog dan kesepahaman.

Paguyuban Sound Malang Bersatu menyatakan bahwa kegiatan sound horeg di wilayah mereka tetap dapat berjalan, selama mengacu pada aturan yang telah disepakati melalui forum diskusi bersama.

David Stefan, salah satu pengusaha sound system dari Blizzard Audio yang juga tergabung dalam Paguyuban Sound Malang Bersatu, menyampaikan bahwa pihaknya bersama berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Malang telah melangsungkan forum diskusi terarah atau Focus Group Discussion (FGD) untuk mencari titik temu dalam pelaksanaan sound horeg.

“Dalam FGD tersebut kami melibatkan semua kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, aparat keamanan, pemerintah desa hingga pelaku UMKM. Hasilnya, kami menyepakati beberapa aturan teknis agar kegiatan sound horeg tetap bisa berlangsung namun tidak menimbulkan keresahan,” ujar David, Sabtu (5/7/25).

Menurut David, yang selama ini hanya bertindak sebagai penyedia jasa sound system, kegiatan sound horeg sebenarnya memiliki banyak sisi positif jika dikelola dengan baik.

Ia mencontohkan, dari setiap penyelenggaraan acara, masyarakat bisa mendapatkan pemasukan dari pengelolaan parkir, sewa lahan, hingga meningkatnya omzet para pedagang kecil dan UMKM di sekitar lokasi acara.

“Kami ingin masyarakat juga melihat sisi positifnya. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga turut mendukung perputaran roda ekonomi masyarakat lokal,” tambahnya.

Sebelumnya, Forum Satu Muharram 1447 H di Ponpes Besuk, Pasuruan, mengeluarkan fatwa haram terhadap sound horeg. Keputusan ini kemudian didukung oleh MUI Jawa Timur yang menilai proses pengambilan hukum oleh para kiai pesantren tersebut sudah sesuai kaidah dan metode yang benar.

Kendati demikian, David menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menentang fatwa tersebut, melainkan berusaha mencari jalan tengah agar budaya sound horeg tetap bisa berlangsung dengan tertib dan tidak melanggar norma sosial maupun agama.

“Kami terbuka terhadap masukan. Yang penting adalah komunikasi antara semua pihak tetap terjaga. Kalau memang ada pelanggaran, mari kita evaluasi bersama,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah