Distribusi Lancar, Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lumajang Capai 50 Ton hingga April - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 23 Apr 2026 15:57 WIB ·

Distribusi Lancar, Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lumajang Capai 50 Ton hingga April


 Distribusi Lancar, Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lumajang Capai 50 Ton hingga April Perbesar

Lumajang, – Hingga akhir April 2026, penyaluran pupuk bersubsidi di salah satu kios di Kecamatan Yosowilangun mencapai sekitar 50 ton. Kelancaran pasokan dari distributor menjaga tingginya realisasi penebusan oleh petani.

Capaian tersebut tercatat di Kios atau Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) Tani Makmur di Desa Yosowilangun Kidul, Kamis (23/4/2026).

Pemilik kios, Rudy, mengatakan jumlah itu setara 28 persen dari total alokasi tahunan sebesar 178 ton.

“Setiap bulan rata-rata kami menyalurkan 10 sampai 15 ton. Penebusan cukup tinggi karena stok selalu tersedia,” katanya.

Ia menjelaskan, pasokan pupuk dari distributor berjalan lancar sehingga ketersediaan di tingkat kios tetap terjaga. Dengan kondisi tersebut, petani dapat menebus pupuk sesuai jatah tanpa mengalami hambatan, termasuk pada awal tahun yang sebelumnya kerap diwarnai kelangkaan.

Menurut Rudy, perbaikan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi dalam dua tahun terakhir turut berpengaruh terhadap kelancaran penyaluran.

“Sekarang petani yang datang selalu bisa mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Saat ini, stok pupuk di Kios Tani Makmur tercatat sebanyak 3.472 kilogram. Rinciannya meliputi Urea 1.517 kilogram, NPK Phonska 1.035 kilogram, dan pupuk organik 920 kilogram.

Jumlah tersebut lebih rendah dari biasanya karena adanya kebijakan peralihan pupuk Urea dari jenis prill produksi Pusri Palembang ke jenis granul produksi Pupuk Kalimantan Timur.

“Stok lama harus dihabiskan dulu. Tapi petani lebih menyukai pupuk granul,” kata Rudy.

Meski distribusi berjalan lancar, ia mengakui masih ada kendala dalam mekanisme penebusan, terutama pada lahan yang dikelola penyewa. Untuk lahan milik sendiri, petani cukup membawa kartu tanda penduduk. Namun pada lahan sewa, pemilik lahan harus hadir atau memberikan kuasa.

Rudy mengatakan, tidak semua pemilik lahan bersedia memenuhi ketentuan tersebut, terutama jika berada di luar daerah. “Kalau masih di sekitar sini, kami bisa datangi. Tapi kalau di luar kota, sering jadi kendala,” jelasnya.

Terkait harga, ia memastikan pupuk bersubsidi dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menilai petani kini semakin memahami informasi harga sehingga transparansi menjadi hal penting.

Salah satu pemilik lahan di Desa Yosowilangun Kidul, Dian Mayasari, 41 tahun, mengatakan ia harus datang langsung ke kios setiap musim tanam karena lahannya digarap orang lain.

“Saya tetap datang sendiri karena nama saya yang terdaftar,” katanya.

Ia mengaku tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Untuk lahan seluas 2.500 meter persegi, ia menebus masing-masing satu sak pupuk Urea dan NPK Phonska.

Harga yang dibayarkan sesuai ketentuan, yakni Rp90 ribu per sak Urea dan Rp92 ribu per sak NPK Phonska.

“Dengan harga segitu cukup membantu menekan biaya produksi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPBD Jatim Tetapkan Desa Darungan Lumajang sebagai Desa Tangguh Bencana

7 Juli 2026 - 11:47 WIB

CCTV Rekam Detik-detik Tabrakan Dua Truk di Jalan Lumajang-Malang, Sopir Terlempar ke Parit

3 Juli 2026 - 23:14 WIB

14 SD, 9 KB/TK, dan 8 SMP di Lumajang Dapat Program Revitalisasi Kemendikdasmen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Sebut Dana Insentif Guru Non-ASN di Lumajang Segera Cair

1 Juli 2026 - 14:03 WIB

Tidak Ada Lagu Indonesia Raya dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lumajang

1 Juli 2026 - 13:30 WIB

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet

1 Juli 2026 - 10:32 WIB

Trending di Daerah