DKPP dan Perpapanas Ungkap Faktor Penyebab Rendahnya Penyerapan Pupuk Organik di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 8 Sep 2025 16:53 WIB ·

DKPP dan Perpapanas Ungkap Faktor Penyebab Rendahnya Penyerapan Pupuk Organik di Lumajang


 DKPP dan Perpapanas Ungkap Faktor Penyebab Rendahnya Penyerapan Pupuk Organik di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Rendahnya penyerapan pupuk organik di Kabupaten Lumajang menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Petani Pangan Nasional (Perpapanas) Jawa Timur.

Ketua Perpapanas Jawa Timur, Ishak Subagio, mengungkapkan petani di Lumajang saat ini hanya mampu menyerap sekitar 33 persen dari total alokasi pupuk organik yang tersedia. Angka ini jauh lebih rendah dibanding penyerapan pupuk jenis urea dan NPK yang mencapai sekitar 50 persen.

“Rendahnya serapan pupuk subsidi, khususnya organik, menjadi kekhawatiran karena berpotensi menurunkan alokasi pupuk subsidi untuk Lumajang di tahun 2026. Pemerintah pusat biasanya menilai alokasi berdasarkan serapan pada tahun berjalan,” ujarnya, Senin (8/9/25).

Baca juga: Pronojiwo Bidik PAD Rp1 Miliar per Bulan, Wisata Tumpak Sewu Jadi Pemantik Ekonomi Lumajang

Ishak menilai salah satu penyebab rendahnya penyerapan adalah ketidaksesuaian antara kebijakan subsidi pupuk dengan kebutuhan riil petani di lapangan.

“Subsidi pupuk selama ini diberikan berdasarkan anjuran pemupukan, bukan kebutuhan aktual yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” jelasnya.

Selain itu, Ishak juga menyebut adanya perubahan pola tanam di wilayah Lumajang. Banyak lahan yang sebelumnya ditanami tanaman pangan kini dialihfungsikan menjadi lahan tebu atau sengon, yang berimbas pada kebutuhan pupuk dan jenisnya.

Baca juga: Suara PAC Bukan Jaminan, DPP Tetap Pegang Kartu As di Penentuan Ketua DPC

“Kondisi ini turut memperumit penyerapan pupuk yang sudah dialokasikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Lumajang, Retno Wulan Andari, menjelaskan bahwa penyerapan pupuk organik yang terlihat rendah juga dipengaruhi oleh penambahan kuota pupuk organik sebanyak 5.500 ton pada tahun ini.

Sebelumnya, penyerapan pupuk organik sudah mencapai 78 persen dari kuota awal sebanyak 3.491 ton.

“Penyerapan menjadi kecil karena ada penambahan quota pupuk organik sebanyak 5.500 ton. Sebelum ada penambahan penyerapan pupuk organik sudah 78 persen dari quota 3.491 ton,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah