DPRD Lumajang Warning Perusahaan: Minim Transparansi Picu Konflik Sosial di Daerah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 4 Jun 2025 09:47 WIB ·

DPRD Lumajang Warning Perusahaan: Minim Transparansi Picu Konflik Sosial di Daerah


 DPRD Lumajang Warning Perusahaan: Minim Transparansi Picu Konflik Sosial di Daerah Perbesar

Lumajang, – DPRD Lumajang menyoroti pentingnya transparansi dan kolaborasi antara perusahaan swasta dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya daerah.

Hal ini muncul setelah adanya gelombang aspirasi dan keluhan warga yang menginginkan kejelasan serta keadilan dalam kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar di wilayah Lumajang.

Wakil Ketua DPRD Lumajang, Sudi, menegaskan bahwa dinamika sosial yang terjadi belakangan ini merupakan refleksi dari kebutuhan masyarakat akan keterbukaan informasi dan perlindungan hak-hak mereka.

“Kehadiran warga ke DPRD adalah alarm bagi semua pihak bahwa komunikasi dan transparansi harus ditingkatkan. Kami di dewan siap menjadi jembatan dialog antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan,” ujar Sudi, Rabu (4/6/25).

Menurut Sudi, salah satu persoalan mendasar yang sering terjadi adalah minimnya sosialisasi kebijakan perusahaan kepada masyarakat terdampak. Hal ini memicu munculnya prasangka, ketidakpastian, hingga potensi konflik sosial.

“Setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dibuka ruang dialognya. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan,” tambahnya.

DPRD Lumajang kini mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut untuk melengkapi dokumen legalitas, memperjelas peruntukan lahan, serta memastikan setiap langkah bisnis mereka berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal. Dewan juga meminta pemerintah daerah lebih aktif melakukan pengawasan dan pendampingan.

Selain itu, Sudi mengingatkan pentingnya keamanan dan stabilitas sosial. “Gesekan sosial bisa terjadi jika masalah dibiarkan berlarut. Maka, pendekatan dialogis dan kolaboratif adalah kunci agar Lumajang tetap kondusif dan masyarakat merasa dilindungi,” jelas Sudi.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Krisis LPG 3 Kg di Jember Usai Lebaran, Warga Kesulitan Memasak

6 April 2026 - 08:59 WIB

Ditinggal Tahlilan Ayah, Siti Maisaroh Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

4 April 2026 - 10:49 WIB

Libur Paskah, Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Malang

3 April 2026 - 18:05 WIB

Tak Semua Pegawai Libur, WFH Lumajang Hanya untuk Administrasi

3 April 2026 - 08:32 WIB

Tragedi Libur Lebaran di Muara Bondoyudo, Pelajar SMP Lumajang Masih Hilang di Hari Keempat

1 April 2026 - 16:23 WIB

Aman untuk Sekarang, Tapi Tidak Pasti, Ketergantungan Kebijakan Pusat pada Nasib P3K

31 Maret 2026 - 17:37 WIB

Trending di Daerah