Glamping, Camper Van, Hingga Taman Bunga, Wisata Pronojiwo Siap Saingi Wisata Buatan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pariwisata · 27 Sep 2025 10:12 WIB ·

Glamping, Camper Van, Hingga Taman Bunga, Wisata Pronojiwo Siap Saingi Wisata Buatan


 Glamping, Camper Van, Hingga Taman Bunga, Wisata Pronojiwo Siap Saingi Wisata Buatan Perbesar

Lumajang, – Potensi wisata alam di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan perkembangan pesat. Setelah dikenal luas berkat keindahan Air Terjun Tumpak Sewu, kini wilayah ini juga menghadirkan berbagai konsep wisata kekinian seperti glamping, camper van, taman bunga, hingga spot sunset dan sunrise yang tak kalah indah dari destinasi buatan di kota besar.

Pelaku wisata lokal, Tolip Ciko, menegaskan perkembangan ini lahir dari kerja keras masyarakat lokal, tanpa campur tangan investor asing. Mereka berkomitmen menjadikan Pronojiwo sebagai destinasi wisata alam yang tetap mengedepankan kearifan lokal.

Baca juga: Bukan di Amerika, Niagara Ini Ada di Lumajang! Apa Rahasianya Makin Diburu Wisatawan Dunia?

“Sekarang ada taman bunga, nanti ada yang lain, sunset-sunrise-nya. Dan masih banyak lagi pengembangan di wisata Pronojiwo, semua itu konsepnya tetap alam,” kata Tolip, Sabtu (27/9/25).

Salah satu daya tarik yang mulai populer adalah wisata glamping (glamorous camping) dan camper van di area-area strategis seperti Kali Kebu yang menjadi bumi perkemahan (buper).

Baca juga: Diresmikan Bupati, Dapur MBG Pertama di Jember Kini Diterpa Isu Makanan Basi

Selain itu, hadir juga berbagai fasilitas camping, outbound, hingga glamping berkelas, lengkap dengan spot untuk selfie dan bersantai menikmati panorama alam Semeru.

“Tarif tiket glamping itu 50 ribu, tapi kalau sewa tenda dan meja kursi memang ada tambahan sedikit,” jelas Tolip.

Dengan harga yang sangat terjangkau, wisata Pronojiwo dinilai memiliki nilai lebih dibanding wisata buatan. Pengunjung tak hanya disuguhi fasilitas kekinian, tetapi juga suasana alami yang belum terjamah polusi kota.

“Pronojiwo itu nggak akan kalah dengan wisata buatan, mas. Karena ini alam, dan view-nya langsung mengarah ke Gunung Semeru,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lumajang: Jangan Ngaku Orang Indonesia Kalau Belum ke Tumpak Sewu

20 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Sedekah Desa hingga Agrowisata, Bukit Jenggolo Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen

12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Bromo Tak Bisa Dikunjungi, Turis Asing Dialihkan ke Tumpak Sewu oleh Pemandu Wisata

12 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Trending di Pariwisata