Bromo Tak Bisa Dikunjungi, Turis Asing Dialihkan ke Tumpak Sewu oleh Pemandu Wisata - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pariwisata · 12 Agu 2026 08:03 WIB ·

Bromo Tak Bisa Dikunjungi, Turis Asing Dialihkan ke Tumpak Sewu oleh Pemandu Wisata


 Bromo Tak Bisa Dikunjungi, Turis Asing Dialihkan ke Tumpak Sewu oleh Pemandu Wisata Perbesar

Lumajang, – Penutupan kawasan wisata Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat pemandu wisata harus mengubah rencana perjalanan wisatawan mancanegara yang telah datang ke Jawa Timur.

Istikmal, salah seorang pemandu wisata Bromo, mengatakan penutupan kawasan tersebut membuatnya harus menjelaskan kondisi kepada wisatawan asing yang sebelumnya telah memasukkan Bromo dalam rencana perjalanan mereka.

Ia bahkan menunjukkan foto dan video kebakaran kepada wisatawan agar mereka memahami alasan Bromo untuk sementara tidak dapat dikunjungi.

“Yang sulit itu menjelaskan ke wisatawan utamanya yang mancanegara kalau Bromo tidak bisa dikunjungi,” kata Istikmal, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia umumnya telah menyusun rencana perjalanan selama beberapa hari. Bromo biasanya menjadi salah satu tujuan dalam rangkaian perjalanan tersebut.

Karena Bromo ditutup, pemandu wisata kemudian menawarkan sejumlah destinasi alternatif agar perjalanan wisatawan tetap berjalan. Salah satunya adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang.

“Biasanya kan turis asing itu bisa lima hari di sini dan Bromo didatangi di hari kedua atau tiga. Karena tidak bisa dikunjungi kita arahkan ke tempat wisata lain,” ujar Istikmal.

Tumpak Sewu dipilih karena lokasinya relatif dekat dengan Bromo dan memiliki pemandangan yang diminati wisatawan.

Istikmal mengatakan penutupan Bromo sejauh ini belum berdampak langsung terhadap pendapatannya selama wisatawan tidak meminta pengembalian biaya atau refund.

“Yang susah kalau mereka minta refund, tapi sejauh ini belum ada yang minta refund. Jadi kami arahkan untuk ke tempat wisata lain,” katanya.

Karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terjadi sejak Senin, 3 Agustus 2026. Kebakaran diduga dipicu aktivitas manusia dan hingga kini telah membakar lahan seluas lebih dari 889 hektare.

Seluruh aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup sementara untuk mendukung proses pemadaman kebakaran.

Wisatawan yang telah memesan tiket dapat mengajukan penjadwalan ulang kunjungan atau meminta pengembalian biaya tiket.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen

12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Menyusuri Surga Air Terjun di Senduro, Dari Manggisan hingga Sarun yang Masih Perawan

31 Juli 2026 - 11:10 WIB

Gendong Gratis Jadi Layanan Keselamatan Wisatawan di Tumpak Sewu

28 Juli 2026 - 10:51 WIB

B29: Negeri di Atas Awan yang Turun Kasta Jadi Wisata Puluhan Orang

19 Juni 2026 - 17:08 WIB

B29 Tak Kekurangan Pemandangan, yang Hilang Justru Pengunjung

19 Juni 2026 - 16:47 WIB

Trending di Pariwisata