Harga Beras Premium Terancam Naik Imbas Dinamika Harga Gabah di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Ekonomi · 16 Jul 2025 15:50 WIB ·

Harga Beras Premium Terancam Naik Imbas Dinamika Harga Gabah di Lumajang


 Harga Beras Premium Terancam Naik Imbas Dinamika Harga Gabah di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Harga gabah di Kabupaten Lumajang mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Setelah sempat menyentuh angka Rp 7.300 per kilogram, kini harga gabah turun menjadi Rp 7.100 per kilogram.

Meski masih di atas harga dasar pemerintah, kondisi ini tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama karena produktivitas padi yang terus menurun.

Menurut Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Ika Wahyuni Hariyanti, penurunan produktivitas dan tingginya permintaan gabah bisa berdampak langsung pada harga beras di pasaran.

Baca juga: NU Lumajang Siap Turun Tangan Atasi Maraknya Begal dan Curanmor

“Dampaknya bisa kepada kenaikan harga beras. Harga gabah naik otomatis beras ikut naik di kisaran harga Rp 12.500 – 14.000 untuk beras premium,” jelasnya, Rabu (16/7/25).

Lumajang dikenal sebagai salah satu sentra penggilingan padi terbesar di wilayah timur Jawa. Tingginya kebutuhan gabah di sektor industri penggilingan membuat pelaku usaha bersaing menaikkan harga beli, meskipun stok di tingkat petani terbatas karena penurunan hasil panen.

Baca juga:Bupati Lumajang Tegaskan Tak Ada PHK Massal Tenaga Honorer R4

Namun, ironisnya, kondisi ini tidak serta-merta menguntungkan petani. Ishak Subagyo, Demisioner HKTI Lumajang, menyatakan bahwa sebagian besar petani hanya mendapatkan balik modal dari hasil tanam padi.

“Hitungannya dari proses gabah ke beras mereka impas. Tapi diuntungkan dari katul dan sekam. Rata-rata kalau katul itu 6 persen sedangkan sekam 8 persen dari gabah yang diolah,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPR Surabaya November 2025 Diprediksi 489,4, Lebih Tinggi dari September

20 Desember 2025 - 13:43 WIB

Ratusan Ternak Berhasil Diselamatkan, Pemerintah Perkuat Bantuan Pakan di Masa Darurat Semeru

20 November 2025 - 20:36 WIB

Kadin Lumajang Genjot Transformasi Digital Demi Ciptakan Desa Berdaya Saing di Tengah Persaingan Global

16 November 2025 - 16:54 WIB

Jika Disetujui, UMK Lumajang 2026 Berpotensi Tembus Rp 2,6 Juta

16 November 2025 - 11:03 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Festival UMKM dan Pesona Budaya 2025

8 November 2025 - 20:38 WIB

Lumajang Kurangi Ketergantungan Bantuan, PKH Cetak Ratusan Keluarga Mandiri

2 Oktober 2025 - 11:03 WIB

Trending di Ekonomi