Keruh dan Berbau, Air Sumur Warga Labruk Lor Diduga Terpapar Limbah SPPG - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 5 Mar 2026 15:11 WIB ·

Keruh dan Berbau, Air Sumur Warga Labruk Lor Diduga Terpapar Limbah SPPG


 Keruh dan Berbau, Air Sumur Warga Labruk Lor Diduga Terpapar Limbah SPPG Perbesar

Lumajang, – Warga Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, mengeluhkan air sumur mereka yang kini keruh dan berbau tidak sedap. Mereka menuding limbah dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat sebagai penyebab utama pencemaran ini.

Vivi, salah satu warga terdampak, menjelaskan sejak SPPG berdiri di belakang rumahnya, air sumur bor miliknya berubah warna menjadi hitam dan berbau. “Limbahnya meresap ke sumur saya. Sejak itu, airnya tidak bisa dipakai,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Sejak menempati rumahnya pada 2016, Vivi mengaku tidak pernah mengalami masalah air bersih. Namun, dalam sebulan terakhir, ia terpaksa meminta air bersih dari tetangga karena sumurnya tercemar. “Yang terdampak hanya rumah saya dan sebelahnya,” katanya.

Meski warga sudah beberapa kali mengeluh kepada pengelola SPPG, Vivi menuturkan keluhannya tidak diindahkan. “Bahkan, persetujuan warga untuk pendirian dapur hanya dimintai dari mereka yang rumahnya jauh dari lokasi, sehingga warga terdampak tetap harus menanggung limbah yang meresap ke sumur mereka,” ungkapnya.

Menindaklanjuti keluhan ini, Bupati Lumajang Indah Amperawati memutuskan untuk menutup sementara operasional SPPG di Desa Labruk Lor. Penutupan berlaku mulai Senin (9/3/2026) hingga sistem pengolahan limbah diperbaiki agar sesuai standar.

“Banyak keluhan masuk terkait limbah dapur SPPG. Setelah dicek, pengolahan limbahnya tidak sesuai standar. Penutupan sementara dilakukan untuk memastikan warga tetap aman,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desa Kerukunan Menyambut Tamu, Warga Senduro Gotong Royong Benahi Jalan

21 Juni 2026 - 12:32 WIB

Bupati Ingatkan Penambang Waspadai AMAK 25, Jangan Tunggu Alarm Berbunyi

20 Juni 2026 - 20:14 WIB

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Trending di Daerah