Keruh dan Berbau, Air Sumur Warga Labruk Lor Diduga Terpapar Limbah SPPG - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 5 Mar 2026 15:11 WIB ·

Keruh dan Berbau, Air Sumur Warga Labruk Lor Diduga Terpapar Limbah SPPG


 Keruh dan Berbau, Air Sumur Warga Labruk Lor Diduga Terpapar Limbah SPPG Perbesar

Lumajang, – Warga Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, mengeluhkan air sumur mereka yang kini keruh dan berbau tidak sedap. Mereka menuding limbah dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat sebagai penyebab utama pencemaran ini.

Vivi, salah satu warga terdampak, menjelaskan sejak SPPG berdiri di belakang rumahnya, air sumur bor miliknya berubah warna menjadi hitam dan berbau. “Limbahnya meresap ke sumur saya. Sejak itu, airnya tidak bisa dipakai,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Sejak menempati rumahnya pada 2016, Vivi mengaku tidak pernah mengalami masalah air bersih. Namun, dalam sebulan terakhir, ia terpaksa meminta air bersih dari tetangga karena sumurnya tercemar. “Yang terdampak hanya rumah saya dan sebelahnya,” katanya.

Meski warga sudah beberapa kali mengeluh kepada pengelola SPPG, Vivi menuturkan keluhannya tidak diindahkan. “Bahkan, persetujuan warga untuk pendirian dapur hanya dimintai dari mereka yang rumahnya jauh dari lokasi, sehingga warga terdampak tetap harus menanggung limbah yang meresap ke sumur mereka,” ungkapnya.

Menindaklanjuti keluhan ini, Bupati Lumajang Indah Amperawati memutuskan untuk menutup sementara operasional SPPG di Desa Labruk Lor. Penutupan berlaku mulai Senin (9/3/2026) hingga sistem pengolahan limbah diperbaiki agar sesuai standar.

“Banyak keluhan masuk terkait limbah dapur SPPG. Setelah dicek, pengolahan limbahnya tidak sesuai standar. Penutupan sementara dilakukan untuk memastikan warga tetap aman,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah