Menumbuhkan Toleransi di Sekolah, Membangun Fondasi Keharmonisan Sejak Dini - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 14 Apr 2025 13:34 WIB ·

Menumbuhkan Toleransi di Sekolah, Membangun Fondasi Keharmonisan Sejak Dini


 Menumbuhkan Toleransi di Sekolah, Membangun Fondasi Keharmonisan Sejak Dini Perbesar

Gucialit, Lumajang — Di lereng perbukitan Gucialit yang sejuk, ada sekolah yang tidak hanya mengajarkan tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman. SMP Negeri 1 Gucialit hadir sebagai contoh pendidikan inklusif yang menerapkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Kepala Sekolah SMPN 1 Gucialit, Ibu Luluk Winarni, menjadikan moderasi beragama sebagai pusat dari pendidikan karakter di sekolah yang ia pimpin. Menurutnya, pendidikan sejati tidak hanya berfokus pada capaian melainkan juga menciptakan lingkungan yang menghargai perbedaan dan menumbuhkan kasih sayang antarindividu.

“Di sekolah ini, kami tidak membedakan agama. Setiap siswa kami anggap sebagai keluarga. Kami tumbuh dan belajar bersama dalam keberagaman,” ujar Luluk dengan tulus, pada Jumat (11/4/2025).

Komitmen ini tidak hanya sebatas wacana. Selama bulan Ramadan, sekolah mengadakan dua kegiatan keagamaan yang bersamaan: Pondok Ramadan untuk siswa Muslim dan Pasraman Kilat untuk siswa beragama Hindu. Kedua kegiatan ini berlangsung bersamaan menciptakan ruang pembelajaran sosial yang membangun empati dan rasa hormat di antara peserta. Siswa yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan tetap aktif berpartisipasi, membantu panitia dan menjaga suasana agar tetap kondusif. Ini menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya diajarkan, tetapi juga diterapkan di setiap aktivitas sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Yepta Putra Ferdiansyah, menekankan pentingnya pengalaman ini dalam pembentukan karakter siswa. “Anak-anak belajar menghormati keyakinan orang lain tanpa perlu menyamakan pemikiran. Ini adalah bentuk nyata dari jelasnya. Di samping itu, siswa juga terlibat dalam kegiatan sosial dengan membagikan zakat fitrah kepada masyarakat sekitar. Mereka tidak hanya belajar untuk berbagi, tetapi juga merasakan pengumpulan distribusi ini menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.

Setelah bulan Ramadan, semangat kebersamaan terus dipertahankan melalui kegiatan Halal Bihalal pada 9 April 2025. Seluruh civitas sekolah berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk saling memaafkan dan merayakan harmoni dalam perbedaan. “Halal Bihalal adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan. Kita mungkin berbeda dalam keyakinan, tetapi kita satu dalam menjaga kerukunan,” kata Yepta.

Apa yang dilakukan SMPN 1 Gucialit adalah contoh konkrit dari pendidikan karakter yang pada Ditengah tantangan sering muncul, sekolah ini menjadi tempat yang menyejukkan — memberi harapan bahwa harmoni dapat tumbuh, ruang kelas yang sederhana.

Dengan semangat gotong royong dan pendekatan yang konsisten, SMPN 1 Gucialit membuktikan bahwa membangun bangsa dimulai dari hati yang tulus dan kepedulian yang nyata.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah