Gerakan Literasi dan Tani Lintas Iman yang Menjadi Teladan Moderasi Beragama dari Rowokangkung - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 16 Mei 2025 14:58 WIB ·

Gerakan Literasi dan Tani Lintas Iman yang Menjadi Teladan Moderasi Beragama dari Rowokangkung


 Gerakan Literasi dan Tani Lintas Iman yang Menjadi Teladan Moderasi Beragama dari Rowokangkung Perbesar

Lumajang, Jawa Timur — Kabupaten Lumajang menghadirkan inisiatif inspiratif dalam membangun moderasi beragama. Di Kecamatan Rowokangkung, program Kawasan Literasi Beragama 99 (KALIBER 99) menggagas pendekatan unik yang menyatukan literasi keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi lintas iman.
Program ini dipelopori oleh penyuluh agama Islam, Mohammad Mas’ud, dan telah menjadi contoh nasional dalam membina harmoni keberagaman dari akar rumput.

Dari Ladang, Bukan Sekadar Mimbar

Alih-alih mengandalkan ceramah di podium, KALIBER 99 lebih memilih membangun nilai-nilai toleransi lewat praktik harian. Salah satu program unggulannya adalah GERBAS TANI (Gerakan Belanja Sayuran di Lahan Petani), yang menyatukan warga Muslim dan Katolik di Desa Kedungrejo.
Mereka menanam, merawat, hingga memasarkan hasil pertanian bersama. Aktivitas tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga mendorong dialog lintas iman yang alami dan harmonis.

“Kami tidak mulai dari seminar, tapi dari cangkul dan tanah. Kebersamaan lebih kuat jika lahir dari kerja dan hasil yang dibagi bersama,” tegas Mas’ud, finalis Penyuluh Agama Award 2025.

Pembinaan Toleransi Sejak Usia Dini

Tidak berhenti di sektor pertanian, KALIBER 99 juga aktif membina generasi muda lintas agama. Kegiatan seperti pelatihan film pendek bertema toleransi, diskusi literasi keagamaan moderat, dan kerja bakti bersama telah berhasil menciptakan ruang edukatif yang inklusif.
Melalui pendekatan ini, nilai toleransi tidak hanya diajarkan, tetapi ditanamkan melalui pengalaman kolektif.

Dampak Nyata dan Apresiasi Luas

Berbagai dampak signifikan telah lahir dari program ini, di antaranya:

  • Terbentuknya Forum Literasi Keagamaan Inklusif

  • Kegiatan tani lintas iman yang berkelanjutan

  • Peningkatan penghasilan petani lokal

  • Meningkatnya kesadaran dan empati sosial antarumat

Tak heran, program ini mendapat apresiasi luas dari pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat. Mereka menilai KALIBER 99 sebagai model partisipatif berbasis kearifan lokal dalam memperkuat moderasi beragama.

Moderasi Beragama Tumbuh dari Akar Rumput

Dengan memperkuat inisiatif seperti GERBAS TANI, KALIBER 99 menegaskan bahwa moderasi beragama bukan wacana elit semata. Sebaliknya, ia bisa tumbuh dari kerja nyata, kolaborasi lintas keyakinan, dan semangat gotong royong masyarakat desa.
Program ini kini diakui sebagai bentuk dakwah transformatif yang menjembatani iman dan kemanusiaan.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah