Pasien RSUD Haryoto Meninggal, Keluarga Klaim Laporan Batuk Darah Tak Segera Ditangani - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 10 Agu 2026 09:04 WIB ·

Pasien RSUD Haryoto Meninggal, Keluarga Klaim Laporan Batuk Darah Tak Segera Ditangani


 Pasien RSUD Haryoto Meninggal, Keluarga Klaim Laporan Batuk Darah Tak Segera Ditangani Perbesar

Lumajang, – Keluarga pasien yang meninggal di RSUD dr Haryoto Lumajang mempertanyakan respons tenaga keperawatan setelah ibunya mengalami batuk disertai lendir darah di ruang perawatan.

Keluarga mengklaim laporan mengenai kondisi tersebut tidak segera diikuti pemeriksaan terhadap pasien.

Samsul Arifin, keluarga pasien, mengatakan ibunya datang ke RSUD dr Haryoto pada Kamis, 6 Agustus 2026 dengan keluhan pusing. Menurut dia, sebelum dibawa ke rumah sakit, ibunya tidak pernah mengalami batuk darah.

Saat berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tekanan darah pasien disebut berada di angka 80/98. Setelah mendapatkan penanganan dokter, kondisi tekanan darah pasien disebut kembali normal, yakni sekitar 114.

“Terus ditangani di IGD, tekanan darahnya cuma 80/98. Terus abis itu ditangani sama dokter IGD. Setelah ditangani, kondisi tekanan darahnya itu normal lagi, jadi 114,” kata Samsul, Senin (10/8/2026).

Setelah menunggu kamar, sekitar pukul 03.00 WIB pasien dipindahkan ke Ruang Melati.
Menurut Samsul, kondisi ibunya ketika itu masih cukup kuat. Setelah mendapatkan infus, pasien bahkan masih mampu berjalan sendiri ke kamar mandi.

Namun, setelah berada di Ruang Melati, kondisi pasien berubah. Samsul mengatakan ibunya mengalami batuk yang disertai keluarnya lendir darah.

“Di situ sekitar berapa menit di Ruang Melati, ibu saya itu batuk darah. Keluar lendir darah, bukan batuk muntah darah,” ujar Samsul.

Ia kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada perawat. Menurut Samsul, keluarga diminta menunggu karena pasien sebelumnya telah mendapatkan penanganan dokter di IGD.

“Abis itu saya laporan ke perawatnya. Sama perawat suruh nunggu, karena sudah ditangani dokter IGD katanya,” kata Samsul.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah