Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang menambah pengawasan di sejumlah titik ruas jalan wilayah Jatiroto menyusul kasus pencurian dengan kekerasan atau begal yang terjadi beberapa waktu lalu.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan penguatan pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor mulai dari aparat kepolisian, TNI hingga pemerintah desa.
“Saya tentu bersama Mas Wabup sudah memerintahkan di jajaran kami untuk terus berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil. Termasuk kepala desa dengan Bapak Babinsa dan Bapak Bhabinkamtibmas untuk tetap menjaga keamanan,” katanya, Jumat (8/5/2026) malam.
Ia tegaskan keamanan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Karena itu, komunikasi dengan kepolisian terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Saya juga mulai tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres dan jajarannya untuk bisa memenuhi tentunya harapan dari seluruh masyarakat bahwa keamanan adalah hal yang utama,” tuturnya.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat merespons keresahan masyarakat setelah terjadinya aksi begal.
“Ini memang sikap responsif terhadap masukan dari beberapa warga kita yang melihat satu hari, satu kejadian kemarin itu secara langsung,” kata Alex.
Menurut dia, pelaku pencurian dengan kekerasan memanfaatkan sejumlah titik jalan yang minim pengawasan dan penerangan atau blank spot.
“Memang kejadian pencurian dengan kekerasan yang banyak kita istilahkan begal terakhir itu mereka memanfaatkan ruang-ruang blank spot sehingga mungkin perlu adanya tindakan lanjut,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah mulai melakukan intervensi di sejumlah titik rawan di ruas jalan Jatiroto.
“Tadi juga kami mendengar dari Pak Kadishub di ruas jalan di Jatiroto itu sudah diintervensi sekitar 13 titik dan akan terus bertambah untuk dijadikan sebagai langkah upaya antisipatif terhadap kejadian-kejadian,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan