Ranu Kumbolo Dibuka: Jalur Pendakian Gunung Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Mei 2025 08:43 WIB ·

Ranu Kumbolo Menanti, BB TNBTS Ajak Pendaki Jadi Mitra Penjaga Alam


 Ranu Kumbolo Menanti, BB TNBTS Ajak Pendaki Jadi Mitra Penjaga Alam Perbesar

Lumajang – Kabar baik datang bagi para pendaki. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru mulai 18 Mei 2025. Jalur hanya dibuka hingga Ranu Kumbolo, mengikuti status Gunung Semeru yang kini berada pada Level II (Waspada).

Langkah ini tertuang dalam surat pengumuman resmi Nomor: PG.9/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/05/2025. Pembukaan jalur bukan sekadar pembukaan akses wisata, tetapi juga upaya membangun budaya konservasi dan kesadaran wisata yang bertanggung jawab.

Pendaftaran Online, Kuota Terbatas
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa pendaftaran wajib dilakukan secara online melalui situs bromotenggersemeru.id. Pendaki harus mendaftar minimal dua hari sebelum keberangkatan.

Jumlah pendaki dibatasi 200 orang per hari, dengan durasi maksimal dua hari satu malam. SOP pendakian harus dipatuhi oleh semua peserta demi keamanan dan kelestarian kawasan.

Pendakian Jadi Sarana Edukasi Konservasi
TNBTS kini mengklasifikasikan pendakian Semeru sebagai kunjungan taman nasional kelas II. Kebijakan ini merujuk pada PP Nomor 36 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 2 Tahun 2024.

“Pendakian bukan lagi hanya soal petualangan, tapi juga bagian dari upaya menjaga alam. Setiap langkah adalah bentuk kontribusi menjaga ekosistem,” ujar Rudijanta.

Ajak Pendaki Lebih Peduli
BB TNBTS berharap pendakian kali ini menjadi momen refleksi bagi para pendaki. Melalui jalur ini, pendaki bisa lebih menghargai keindahan Semeru sekaligus memahami tanggung jawab dalam menjaganya.

“Mari mendaki dengan hati, menapak dengan bijak, dan pulang membawa nilai,” pesan Rudijanta.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah