Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Pendidikan · 31 Okt 2025 09:58 WIB ·

Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa


 Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang tak lagi menunggu warga datang untuk mendaftar sekolah.

Menyadari masih tingginya angka warga yang belum menamatkan pendidikan dasar, Bupati Lumajang Indah Amperawati memerintahkan jajarannya untuk jemput bola ke desa-desa, mencari langsung anak-anak dan warga dewasa yang belum sekolah atau putus sekolah.

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari gerakan pendidikan menyeluruh yang diluncurkan Pemkab Lumajang untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Baca juga:67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan

“Kami tidak bisa menunggu. Dinas Pendidikan harus turun langsung ke desa-desa, cari anak-anak yang tidak sekolah, temui orang tuanya, dan pastikan mereka kembali belajar,” kata Indah, Jumat (31/10/2025).

Data terbaru Dispendukcapil Lumajang tahun 2025 mencatat, dari total penduduk 1.125.725 jiwa, terdapat 48.985 warga yang belum menamatkan SD, sementara jumlah anak usia 6–13 tahun hanya 96.402 orang.

Baca juga:Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD

Artinya, ribuan warga dewasa masih belum memiliki ijazah dasar, sebuah kondisi yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Instruksi Bupati tersebut kini mulai dijalankan. Tim gabungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama perangkat desa mulai melakukan pendataan door to door di berbagai wilayah, terutama desa terpencil dan daerah pinggiran.

Untuk memastikan tidak ada alasan ekonomi yang menghalangi, Pemkab Lumajang bekerja sama dengan Baznas dan Forum CSR guna membantu perlengkapan belajar bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

“Kami ingin pastikan, tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah hanya karena tidak punya sepatu atau buku,” tegas Bupati Indah.

Gerakan jemput bola ini bukan hanya program pemerintah semata, tapi juga bentuk ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap pendidikan di lingkungan sekitar.

“Ini tanggung jawab bersama. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tapi masa depan Lumajang,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menganyam Harmoni di Lereng Semeru, Keberagaman Budaya dan Adat di Kecamatan Senduro

26 Maret 2026 - 11:37 WIB

Ramadan Jadi Momentum Lahirnya Asrama Tahassus 600 Santri di Lumajang, Bupati Sebut Kebanggaan Daerah

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sungai Regoyo Meluap, 37 Siswa SD di Dusun Sumberlangsep Terpaksa Ujian dari Rumah

5 Maret 2026 - 18:24 WIB

Menelusuri Masjid Tua Lumajang, Warisan Dakwah Ulama dan Jejak Sejarah Pasca Perang Jawa

5 Maret 2026 - 12:42 WIB

Durasi Jam Pelajaran Disesuaikan, Pembelajaran Ramadan di Surabaya Tetap Efektif

17 Februari 2026 - 11:57 WIB

Dari 5.655 Kini 1.700, Angka ATS Kota Malang Terus Menyusut

2 Februari 2026 - 09:20 WIB

Trending di Pendidikan