Jenggolo Tape Fest 2027: Peluang dan Harapan Baru

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 19 Agu 2026 09:56 WIB ·

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar


 Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar Perbesar

Bagaimana jika tape ketan Wonokerto tidak hanya dikenal warga Lumajang? Produk lokal yang selama ini menjadi bagian dari tradisi Sedekah Desa itu memiliki peluang untuk dikenal lebih luas.

Peluang tersebut muncul melalui Jenggolo Tape Fest. Pelaksanaan tahun 2026 menjadi pijakan awal untuk mengembangkan potensi Desa Wonokerto.

Selain tape ketan, kawasan Bukit Jenggolo juga memiliki potensi wisata yang menarik. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong Jenggolo Tape Fest 2027 tampil lebih matang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri Sedekah Desa Wonokerto dan Jenggolo Tape Fest 2026 di Bukit Jenggolo, Minggu (16/8/2026).

Jenggolo Tape Fest 2027 Ditargetkan Lebih Besar

Agus Triyono menilai pelaksanaan Jenggolo Tape Fest 2026 dapat menjadi bahan evaluasi.

Dengan begitu, panitia memiliki waktu untuk menyiapkan konsep yang lebih kuat pada 2027.

“Saya menantang panitia membuat gelaran 2027 lebih besar dan mampu mengenalkan produk lokal kepada masyarakat luar daerah hingga wisatawan mancanegara,” kata Agus.

Menurutnya, pengembangan festival perlu melibatkan masyarakat sejak tahap persiapan.

Selain itu, penyelenggara dapat memperkuat konsep acara secara bertahap. Harapannya, festival memiliki identitas yang semakin kuat.

Dengan konsep yang matang, Jenggolo Tape Fest tidak hanya menjadi acara tahunan. Festival tersebut juga dapat menjadi ruang promosi bagi produk dan potensi wisata Desa Wonokerto.

Bukit Jenggolo Punya Potensi Jadi Agrowisata

Agus melihat Bukit Jenggolo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata.

Potensi tersebut dapat dipadukan dengan tradisi Sedekah Desa. Selain itu, kesenian dan produk lokal juga dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan.

“Jenggolo punya potensi besar untuk dikenal dunia. Festivalnya kita kuatkan, dan tape ketannya kita dorong menjadi produk unggulan yang mendunia,” ujarnya.

Karena itu, pengembangan Jenggolo tidak hanya berfokus pada kegiatan festival.

Di sisi lain, produk tape ketan juga membutuhkan identitas yang kuat. Branding yang tepat dapat membantu masyarakat mengenali produk tersebut dengan lebih mudah.

Agus mengusulkan ikon khusus berupa tumpeng tape untuk memperkuat identitas kegiatan.

Ia juga mendorong generasi muda dan mahasiswa KKN ikut merancang branding serta tagline untuk tape ketan Wonokerto.

Dengan keterlibatan generasi muda, ide kreatif dapat semakin berkembang. Namun, pengemasan modern tetap perlu menjaga nilai tradisi yang sudah tumbuh di masyarakat.

Dari Tradisi Desa Menuju Produk Lokal Mendunia

Menurut Agus, pengembangan festival harus berlangsung secara bertahap.

Setiap rangkaian kegiatan dapat memiliki daya tarik yang semakin kuat. Dengan demikian, nilai festival juga terus meningkat dari awal hingga akhir.

“Jadi rangkaian kegiatan dalam festival Sedekah Desa itu dari awal sampai akhir nilainya meningkat terus,” tuturnya.

Sementara itu, Jenggolo Tape Fest 2026 menghadirkan berbagai kesenian tradisional.

Selain itu, panitia membagikan 5.000 porsi tape ketan secara gratis kepada masyarakat.

Warga juga mengikuti tradisi berbagi hasil bumi di kawasan Bukit Jenggolo.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa tape ketan bukan hanya produk makanan.

Lebih dari itu, tape ketan menjadi bagian dari tradisi dan identitas masyarakat Desa Wonokerto.

Karena itu, Jenggolo Tape Fest memiliki peluang untuk menggabungkan tiga kekuatan sekaligus: tradisi, wisata, dan produk lokal.

Melalui evaluasi dan pengembangan konsep, festival ini diharapkan semakin menarik bagi masyarakat luar daerah.

Bahkan, bukan tidak mungkin cerita tentang tape ketan Wonokerto dan Bukit Jenggolo dapat menjangkau wisatawan mancanegara.

Dari tradisi Sedekah Desa, lahir sebuah festival. Dari festival, produk lokal dan potensi wisata Wonokerto berpeluang dikenal lebih jauh.

Dan jika Jenggolo Tape Fest 2027 benar-benar tampil lebih besar, tape ketan Wonokerto bisa menjadi salah satu cerita kuliner Lumajang yang dibawa semakin jauh.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah