Terisolasi 5 Hari, Siswa SDN Jugosari 3 Lumajang Akhirnya Bisa Sekolah Meski Harus Naik Ekskavator - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 2 Agu 2025 16:36 WIB ·

Terisolasi 5 Hari, Siswa SDN Jugosari 3 Lumajang Akhirnya Bisa Sekolah Meski Harus Naik Ekskavator


 Terisolasi 5 Hari, Siswa SDN Jugosari 3 Lumajang Akhirnya Bisa Sekolah Meski Harus Naik Ekskavator Perbesar

Lumajang, – Setelah tiga hari tidak bisa bersekolah akibat terisolasi banjir lahar Gunung Semeru, puluhan siswa SDN Jugosari 3 di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, akhirnya bisa kembali ke sekolah.

Namun, perjalanan mereka tak biasa anak-anak ini harus menyebrang sungai dengan bantuan ekskavator.

Dusun Sumberlangsep, tempat tinggal para siswa tersebut, telah terisolasi selama lima hari terakhir akibat jembatan limpas yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk dusun tertutup material vulkanik.

Sungai Regoyo yang memisahkan Dusun Sumberlangsep dan Dusun Sumberkajar meluap setelah diguyur hujan deras yang membawa lahar dari Gunung Semeru.

Selama tiga hari pertama, anak-anak tidak bisa berangkat ke sekolah karena derasnya aliran lahar membuat akses benar-benar tertutup dan berbahaya untuk dilalui.

Baca juga: Yang Tak Terdata Justru Paling Membutuhkan: Bupati Lumajang Dorong Pendataan Lapangan

Pagi tadi, Sabtu (2/8/25), beberapa orang tua terpaksa menggendong anak-anak mereka melintasi sungai yang masih menyisakan aliran deras, demi menunaikan hak pendidikan.

Namun saat waktu pulang tiba, para siswa justru disebrangkan menggunakan ekskavator milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang sedang melakukan proses normalisasi Sungai Regoyo.

Anak-anak tampak antusias naik ke alat berat tersebut, baik di bagian bucket maupun kemudi, untuk bisa menyeberangi sungai dengan aman.

Baca juga: Bupati Lumajang Beri Semangat PSIL U-17 Jelang Laga 8 Besar Piala Soeratin

“Senang, seru naik ekskavator. Enak, tidak basah,” kata Fatmawati, salah satu siswi SDN Jugosari 3 dengan senyum lebar.

Sofi, siswa lainnya, mengaku tidak merasa takut meskipun pertama kali naik ekskavator. “Tidak takut, ibu nunggu di sana,” ujarnya sambil menunjuk ke arah seberang sungai tempat ibunya menjemput.

Petugas BBWS Brantas, Nur Afandi, menjelaskan bantuan tersebut diberikan secara spontan karena bertepatan dengan kegiatan normalisasi sungai yang sedang berlangsung.

“Tim sedang melakukan normalisasi Sungai Regoyo, lalu melihat anak-anak yang pulang sekolah kesulitan menyeberang. Jadi sekalian kami bantu antar mereka sampai ke seberang,” jelas Nur Afandi.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kekeringan Belum Berakhir, Lumajang Perpanjang Tanggap Darurat hingga 11 Desember

13 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Bupati Lumajang Sebut Belum Ada Petunjuk PPPK Paruh Waktu Diangkat Menjadi PNS

13 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Saat Sumur Mengering, Warga Lumajang Terpaksa Membeli Air Rp 160 Ribu

11 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Karnaval Kandangtepus Lumajang Sajikan Tarian Tradisional dari Sabang hingga Merauke

10 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Trending di Daerah