Wayang Kulit UMKM Lumajang Mendorong Ekonomi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 8 Sep 2025 07:17 WIB ·

Wayang Kulit Hidupkan UMKM Lumajang: Dari Panggung Budaya ke Motor Ekonomi Kreatif


 Wayang Kulit Hidupkan UMKM Lumajang: Dari Panggung Budaya ke Motor Ekonomi Kreatif Perbesar

Pagelaran Wayang Kulit “Wahyu Katentreman” di Alun-Alun Lumajang, Sabtu (6/9/2025), membuktikan bahwa warisan budaya bukan sekadar pelestarian. Pertunjukan ini mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat, memberi napas baru bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif daerah. Ribuan warga yang hadir tidak hanya menikmati seni tradisi, tetapi juga berbelanja produk lokal di sekitar alun-alun.

Bunda Indah: Budaya dan Ekonomi Kreatif Harus Terintegrasi

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa budaya harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

“Wayang kulit bukan hanya hiburan. Ia adalah warisan budaya dunia yang mampu menciptakan multiplier effect nyata terhadap perekonomian rakyat, khususnya UMKM,” tegasnya.

UMKM Merasakan Dampak Positif

Sejak pagi, area alun-alun dipenuhi bazar UMKM yang menampilkan kuliner khas, kerajinan tangan, hingga busana Lumajang. Antusiasme pengunjung membuat omzet para pelaku usaha lokal meningkat signifikan. Hal ini membuktikan bahwa budaya dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekonomi lokal.

Sinergi Budaya dan Pembangunan

Penyelenggaraan acara didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Kementerian Kebudayaan RI, bekerja sama dengan Pemkab Lumajang dan komunitas budaya Sabdaaji. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antar-pihak mampu menjadikan budaya sebagai instrumen pembangunan inklusif.

Selain dampak ekonomi, lakon “Wahyu Katentreman” juga menyampaikan pesan moral penting: menjaga persatuan dan menolak segala bentuk perpecahan. Pesan ini relevan bagi Lumajang yang terus tumbuh sebagai pusat budaya dan pariwisata Jawa Timur.

Generasi Muda dan Masa Depan Budaya

Pagelaran wayang kulit juga menjadi sarana pendidikan karakter. Anak-anak dan remaja Lumajang yang terlibat langsung belajar bahwa budaya bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran, pengabdian, dan peluang ekonomi di masa depan.

Budaya, Ekonomi, dan Identitas Bangsa

Pada akhirnya, Lumajang membuktikan bahwa budaya, ekonomi, dan pembangunan sosial dapat berjalan beriringan. Wayang kulit bukan sekadar bayangan di layar kelir, melainkan cahaya yang menghidupi UMKM, menggerakkan ekonomi kreatif, sekaligus menjaga jati diri bangsa.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah