Lumajang, – Aksi pembegalan menimpa Muhammad Taufik Hidayat di Jalan Lintas Selatan (JLS), Lumajang, Minggu malam. Korban yang sebelumnya pesta minuman keras di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, mengaku baru mengenal tiga pelaku saat kejadian berlangsung.
Usai pesta, korban meminta diantar pulang. Namun, para pelaku justru membawa korban ke lokasi berbeda dan melakukan penganiayaan hingga korban didorong ke sungai dari atas jembatan.
Korban menuturkan, perkenalannya dengan ketiga pelaku terjadi saat pesta minuman keras berlangsung. Dalam kondisi tidak hafal jalan, ia kemudian meminta bantuan untuk diantar pulang.
“Saya baru kenal saat minum itu, terus minta diantar pulang karena tidak hafal jalan,” kata Muhammad Taufik Hidayat saat ditemui di rumahnya, Senin (27/4/2026).
Namun, alih-alih diantar pulang, korban justru dibawa menuju kawasan Jalan Lintas Selatan (JLS), Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Di lokasi tersebut, korban mengaku mulai dianiaya oleh para pelaku.
“Saya dipukuli sampai muntah-muntah,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, korban kemudian didorong dari atas jembatan ke aliran Sungai Maleman. Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai.
“Saya didorong ke sungai dari jembatan,” kata Taufik.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian kepala yang diduga akibat pukulan menggunakan kunci sepeda motor oleh pelaku. Sementara sepeda motor miliknya dibawa kabur oleh ketiga pelaku.
Beruntung, korban berhasil selamat setelah ditolong oleh seorang nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan kemudian diantar pulang ke rumahnya.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.
“Betul sudah kami terima laporannya, saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Lumajang,” kata Suprapto.
Tinggalkan Balasan