Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak masyarakat dan pelaku usaha, khususnya perempuan, ikut mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Indah saat menerima silaturahmi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur di Pendopo Arya Wiraraja, Lumajang, Jumat (20/8/2026).
Ia mengatakan perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian. Ia berharap jejaring IWAPI dapat ikut mengenalkan destinasi wisata Lumajang melalui berbagai platform media sosial.
“Pasti semua ibu-ibu punya media sosial masing-masing. Ada Instagram, Facebook, ada TikTok, yang itu bisa untuk mempromosikan wisata yang ada di Jawa Timur,” katanya.
Menurutnya, Lumajang memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang potensial untuk dikembangkan. “Selain Gunung Semeru, terdapat berbagai air terjun seperti Tumpak Sewu, Kapas Biru dan Sumber Telu,” ucap dia.
Ia menyinggung kunjungan wisatawan mancanegara ke Lumajang.
“Berdasarkan data kunjungan wisata 2025 yang dirilis pada 2026 oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Lumajang disebut menjadi daerah dengan kunjungan wisatawan asing tertinggi di Jawa Timur,” kata dia.
Diaamping itu, kebakaran di kawasan Bromo juga disebut berdampak terhadap arus kunjungan wisatawan. Wisatawan asing yang sebelumnya menjadikan Bromo sebagai tujuan perjalanan kemudian diarahkan menuju Tumpak Sewu.
“Turis-turis asing yang tujuannya ke Bromo itu diarahkan ke Tumpak Sewu,” ujarnya.
Indah mengatakan pengelolaan sejumlah destinasi wisata di Lumajang melibatkan masyarakat lokal. Pengelolaan wahana dan destinasi antara lain dilakukan melalui badan usaha milik desa (BUMDes).
Selain Tumpak Sewu, Lumajang juga memiliki destinasi B29 yang dikenal sebagai Negeri di Atas Awan. “Namun, tata kelola destinasi tersebut masih perlu dibenahi,” tuturnya.
Ia berharap promosi melalui media sosial dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai destinasi wisata Lumajang.
Di akhir pertemuan, Indah menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk mengunjungi Tumpak Sewu.
“Jangan ngaku orang Indonesia kalau belum ke Tumpak Sewu,” tegasnya.
Tinggalkan Balasan