Lumajang, – Majelis Istighosah Sejatine Urip menggelar rangkaian Grebek Tumpeng Raksasa, Gebyar Seni Budaya, dan Istighosah Qubro di Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada 10–11 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Beragam kegiatan keagamaan, seni budaya, tradisi masyarakat, UMKM, serta kolaborasi inklusif dikemas dalam satu rangkaian acara.
Puncak kegiatan berlangsung Jumat (11/9/2026) melalui prosesi Grebek Tumpeng Raksasa. Acara ditandai dengan pemotongan pita di depan tumpeng oleh Camat Randuagung Mawi Mujayanti bersama Danramil dan Kapolsek Randuagung.
Tumpeng yang menjadi ikon utama kegiatan tersebut memiliki tinggi mendekati 6 meter. Pembuatannya menggunakan kurang lebih 6 kuintal beras yang dipadukan dengan aneka sayuran dan hasil bumi. Usai prosesi grebek, tumpeng kemudian dibagikan kepada masyarakat dan para pengunjung.
Pembina Majelis Istighosah Sejatine Urip, Biarto Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas dan memperkuat kolaborasi inklusif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghidupkan seni budaya sekaligus membangun kolaborasi inklusi. Semua memiliki ruang untuk berpartisipasi dan berkarya,” ujar Biarto.
Nilai inklusivitas terlihat dari keterlibatan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan, mulai dari kepanitiaan, pertunjukan hadrah, hingga penampilan musik yang dibawakan oleh teman-teman disabilitas netra.
Ketua Majelis Istighosah Sejatine Urip, Rohim, menjelaskan bahwa rangkaian acara juga diisi dengan Gebyar Seni Budaya, hadrah, sholawat, Istighosah Qubro, pawai Reog, hiburan rakyat, serta pesta kembang api.
Apresiasi juga disampaikan Camat Randuagung, Mawi Mujayanti. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mempererat kebersamaan masyarakat, menjaga kelestarian budaya lokal, sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM.
Grebek Tumpeng Raksasa Randuagung 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi budaya Desa Kalidilem dan Kecamatan Randuagung kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas, pemberdayaan UMKM, semangat kebersamaan, serta terwujudnya masyarakat yang semakin inklusif.
Tinggalkan Balasan