Majelis Istighosah Sejatine Urip Hadirkan Grebek Tumpeng Raksasa dan Gebyar Seni Budaya Berbasis Inklusi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 13 Sep 2026 10:52 WIB ·

Majelis Istighosah Sejatine Urip Hadirkan Grebek Tumpeng Raksasa dan Gebyar Seni Budaya Berbasis Inklusi


 Majelis Istighosah Sejatine Urip Hadirkan Grebek Tumpeng Raksasa dan Gebyar Seni Budaya Berbasis Inklusi Perbesar

Lumajang, – Majelis Istighosah Sejatine Urip menggelar rangkaian Grebek Tumpeng Raksasa, Gebyar Seni Budaya, dan Istighosah Qubro di Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada 10–11 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Beragam kegiatan keagamaan, seni budaya, tradisi masyarakat, UMKM, serta kolaborasi inklusif dikemas dalam satu rangkaian acara.

Puncak kegiatan berlangsung Jumat (11/9/2026) melalui prosesi Grebek Tumpeng Raksasa. Acara ditandai dengan pemotongan pita di depan tumpeng oleh Camat Randuagung Mawi Mujayanti bersama Danramil dan Kapolsek Randuagung.

Tumpeng yang menjadi ikon utama kegiatan tersebut memiliki tinggi mendekati 6 meter. Pembuatannya menggunakan kurang lebih 6 kuintal beras yang dipadukan dengan aneka sayuran dan hasil bumi. Usai prosesi grebek, tumpeng kemudian dibagikan kepada masyarakat dan para pengunjung.

Pembina Majelis Istighosah Sejatine Urip, Biarto Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas dan memperkuat kolaborasi inklusif.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghidupkan seni budaya sekaligus membangun kolaborasi inklusi. Semua memiliki ruang untuk berpartisipasi dan berkarya,” ujar Biarto.

Nilai inklusivitas terlihat dari keterlibatan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan, mulai dari kepanitiaan, pertunjukan hadrah, hingga penampilan musik yang dibawakan oleh teman-teman disabilitas netra.

Ketua Majelis Istighosah Sejatine Urip, Rohim, menjelaskan bahwa rangkaian acara juga diisi dengan Gebyar Seni Budaya, hadrah, sholawat, Istighosah Qubro, pawai Reog, hiburan rakyat, serta pesta kembang api.

Apresiasi juga disampaikan Camat Randuagung, Mawi Mujayanti. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mempererat kebersamaan masyarakat, menjaga kelestarian budaya lokal, sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM.

Grebek Tumpeng Raksasa Randuagung 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi budaya Desa Kalidilem dan Kecamatan Randuagung kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas, pemberdayaan UMKM, semangat kebersamaan, serta terwujudnya masyarakat yang semakin inklusif.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuota Beasiswa Disabilitas 10 Persen Diusulkan di Lumajang, Juknis Menanti Persetujuan Pemerintah

11 September 2026 - 15:13 WIB

Kekeringan Lumajang: 14.809 Warga Terdampak, Pemerintah Tetapkan Tanggap Darurat 90 Hari

11 September 2026 - 10:04 WIB

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Lumajang Dibuka, Pendaftar Wajib Lolos Verifikasi Lapangan

10 September 2026 - 08:02 WIB

Truk ODOL Angkut Triplek Berbahaya, Dishub Akui Tak Sesuai Kapasitas, Polisi: Bisa Ditilang

9 September 2026 - 10:09 WIB

Jember Kekurangan Pertalite, Warganya Beralih ke Lumajang: Stok 252 Kiloliter

9 September 2026 - 08:49 WIB

Antrean BBM Mengular, Sopir Lumajang Kehilangan Rit Pengiriman hingga Ojol Batalkan Order

8 September 2026 - 14:48 WIB

Trending di Daerah