Infrastruktur Gagal, Mobil Bupati Pun Tak Mampu Menanjak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Agu 2025 11:25 WIB ·

Infrastruktur Gagal, Mobil Bupati Pun Tak Mampu Menanjak


 Infrastruktur Gagal, Mobil Bupati Pun Tak Mampu Menanjak Perbesar

Jember, – Perjalanan pulang rombongan Bupati Jember Muhammad Fawait berubah menjadi drama menegangkan di malam hari, Sabtu (16/8/25).

Saat hendak meninggalkan Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, usai meresmikan aliran listrik, sejumlah mobil rombongan bupati tak mampu menanjak di tanjakan ekstrem Jalan Bandealit.

Satu per satu mobil dinas milik Pemkab Jember berhenti di tengah tanjakan. Ban mobil hanya berputar di tempat, kehilangan daya cengkeram akibat kondisi tanah yang gembur dan licin.

Baca juga: Penerbangan Perdana Jakarta–Jember Gunakan ATR 72-500, Langsung Tanpa Transit

Beberapa penumpang harus turun dan mendorong, bahkan ada kendaraan yang ditarik manual menggunakan tali. Butuh waktu berjam-jam hingga semua mobil berhasil dievakuasi.

“Mayoritas kendaraan gagal menanjak karena kondisi jalan sangat gembur. Ban tidak bisa mencengkeram tanah dengan baik,” kata David Handoko Seto, anggota Komisi C DPRD Jember yang turut dalam rombongan, saat dikutip pada, Senin (18/8/25).

Baca juga: Gelar Aksi Damai, Pemkab Jember Janji Perjuangkan Hak Tenaga Non ASN

David, yang dikenal sebagai penggemar off-road, turun langsung membantu. Ia menggunakan mobil pribadinya, Ford Everest 4×4, untuk menarik beberapa kendaraan dinas yang tertahan.

Menurut penuturan warga sekitar, jalan yang menjadi jalur utama menuju kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) itu baru saja diuruk tanah dan batu. Bukannya memperbaiki akses, kondisi tersebut justru memperparah daya tahan jalan.

“Kalau dibiarkan tetap bergelombang, setidaknya tidak gembur seperti sekarang. Tapi karena diuruk tanpa dipadatkan, hasilnya ya seperti ini,” jelas Toni salah satu warga yang ikut membantu.

Situasi ini tak hanya merepotkan rombongan pejabat, tetapi juga menyulitkan warga yang setiap hari melewati jalur tersebut. Apalagi di musim hujan, jalan dengan kontur menanjak itu bisa sangat berbahaya.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Tumpeng, Tinggi 6 Meter, Targetnya Satu Rekor

1 September 2026 - 15:02 WIB

Tak Semua Petani Tembakau Dapat BLT, APTI Lumajang Terapkan Seleksi Berbasis Data

31 Agustus 2026 - 15:38 WIB

BLT DBHCHT Petani Tembakau Lumajang Dipangkas, Penerima Tinggal 3.525 Orang

31 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Buruh Pabrik Rokok Jadi Sasaran BLT DBHCHT, Pemkab Lumajang Dorong Kesejahteraan Pekerja

31 Agustus 2026 - 15:23 WIB

150 Buruh Pabrik Rokok di Kunir Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

31 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Rp28,2 Juta BLT DBHCHT Disalurkan ke 47 Warga Yosowilangun Lumajang

31 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Trending di Daerah