Lumajang, – Hanya ada satu tumpeng yang akan berdiri di Lapangan Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.
Namun ukurannya tidak biasa. Tumpeng itu dirancang setinggi 6 meter dengan diameter mencapai 7 meter.
Tumpeng raksasa tersebut akan menjadi bagian utama dalam acara Grebek Tumpeng Raksasa yang digelar pada 10-11 September 2026.
Untuk menyusun tumpeng tersebut, dibutuhkan sekitar 6 kuintal bahan. Lauk-pauk, sayuran mentah dan berbagai pelengkap juga disiapkan sebagai bagian dari sajian.
Di balik tumpeng yang menjulang setinggi rumah dua lantai itu, ada target lain yang ingin dicapai. Kegiatan tersebut telah diajukan untuk masuk dalam catatan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Camat Randuagung, Mawi Mujayanti, mengatakan kegiatan itu bermula dari kelompok jemaah yang ingin mengisi peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan keagamaan sekaligus tradisi masyarakat.
“Pelaksanaan itu sebenarnya dari kelompok jemaah. Ada seorang warga yang mengikuti kegiatan HUT RI dengan mengisi kegiatan istighosah dan tumpeng raksasa,” kata Mawi, Senin (1/9/2026).
Menurut Mawi, hanya satu tumpeng raksasa yang dibuat dalam kegiatan tersebut. Tumpeng itu nantinya menjadi bagian utama prosesi sebelum dipotong secara simbolis.
Setelah prosesi selesai, tumpeng tidak hanya menjadi tontonan. Makanan yang telah disusun dalam ukuran raksasa itu akan dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung yang hadir.
“Di bagian bawah tumpeng juga disiapkan sayuran mentah. Lauk-pauk dan berbagai bahan makanan menjadi bagian dari sajian yang dibuat dengan sekitar 6 kuintal bahan tersebut,” ujarnya.
Ukuran tumpeng memang dibuat tidak lazim. Tingginya mencapai 6 meter dengan diameter 7 meter. Namun pada akhirnya, tumpeng tersebut akan dipotong menjadi bagian-bagian kecil untuk dinikmati bersama.
“Tradisi tersebut menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat untuk berkumpul dan berbagi,” kata Mawi.
Tinggalkan Balasan