Dapur MBG Lumajang untuk Kesehatan Masyarakat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 11 Sep 2025 10:57 WIB ·

Dapur MBG Lumajang: Strategi Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat


 Dapur MBG Lumajang: Strategi Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat Perbesar

Lensa Warta – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa dapur umum Bantuan Gizi (MBG) kini memiliki peran lebih luas. Tidak hanya memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi, dapur MBG juga berfungsi sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa pengelolaan pasokan bahan pangan harus dilakukan dengan cermat. “Dalam rapat koordinasi daring bersama Mendagri pekan lalu, ditegaskan bahwa beras hanya boleh disimpan untuk kebutuhan maksimal satu minggu. Sementara bahan pangan lain dibeli harian agar tidak mengganggu pasokan di pasar. Jika stok tidak dikelola dengan bijak, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya, Senin (8/9/2025).

Menurutnya, Dapur MBG harus menjadi solusi sosial sekaligus ekonomi. Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjaga daya beli serta ketersediaan bahan pangan di Lumajang.

Untuk menjamin transparansi dan kualitas, Pemkab Lumajang menempatkan tim khusus di setiap dapur MBG. Tim tersebut terdiri dari ahli gizi, kepala dapur, hingga akuntan yang bertugas memastikan pengelolaan bahan pangan berjalan profesional dan akuntabel.

Selain itu, pemerintah daerah rutin melakukan evaluasi kinerja dapur MBG sekaligus memantau dampaknya terhadap harga pangan di pasar lokal. Dengan pola ini, dapur MBG diharapkan mampu memberikan dampak ganda: mencegah kekurangan nutrisi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Agus Triyono menegaskan pentingnya kolaborasi. “Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar program MBG bisa memberikan manfaat maksimal. Kita semua memiliki peran untuk menjaga keseimbangan pasokan pangan dan inflasi tetap terkendali,” tegasnya.

Kini, Dapur MBG Lumajang menjadi model pengelolaan bantuan pangan yang menyatukan aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi. Pemerintah berharap pendekatan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memanfaatkan program bantuan sosial agar berdampak lebih luas.

Dengan strategi ini, Pemkab Lumajang memastikan bahwa program MBG tidak hanya berfungsi sebagai dapur umum, melainkan sebagai penopang daya beli masyarakat dan pengendali inflasi daerah.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah