Banjir Lahar Semeru Timbun Akses Warga, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Mendesak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 31 Jul 2025 15:24 WIB ·

Banjir Lahar Semeru Timbun Akses Warga, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Mendesak


 Banjir Lahar Semeru Timbun Akses Warga, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Mendesak Perbesar

Lumajang, – Akses warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, terputus total setelah banjir lahar hujan dari Gunung Semeru menimbun satu-satunya jembatan penghubung dengan material batu dan pasir setinggi enam meter.

Akibat kondisi tersebut, warga kini terisolasi dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Banjir lahar hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membawa material vulkanik dalam jumlah besar melalui aliran Sungai Regoyo.

Aliran deras itu menghantam jembatan limpas yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk dusun, hingga tertutup sepenuhnya.

Baca juga: Dengan Sistem DTSEN, Lumajang Tak Butuh Lagi Label ‘Keluarga Miskin’ di Rumah Warga

“Warga tidak bisa keluar, bahkan untuk belanja kebutuhan pokok atau mengambil bantuan sosial sangat kesulitan,” ungkap Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat meninjau lokasi, Kamis (31/7/25).

Pemerintah Kabupaten Lumajang saat ini telah mengajukan permohonan normalisasi Sungai Regoyo kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai langkah darurat untuk membuka kembali akses tersebut.

Normalisasi sungai dianggap sebagai solusi paling cepat untuk mengatasi tumpukan material dan memulihkan konektivitas dusun dengan wilayah sekitarnya.

Baca juga: Longsor Susulan Tutup Jalur Lumajang–Malang, Akses Terhambat

“Solusi sementara kami sudah minta ke Dinas PU untuk dilakukan normalisasi sungai. Sekarang sedang proses,” tambah Indah.

Warga yang terdampak kini menggantungkan harapan pada kecepatan pemerintah dalam mengevakuasi material yang menutup jembatan. Beberapa bantuan logistik terpaksa dikirim melalui jalur darurat dengan berjalan kaki atau menggunakan alat berat.

Kondisi ini juga berdampak langsung terhadap perekonomian lokal. Aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen warga terhenti, sementara akses pendidikan dan layanan kesehatan pun terganggu.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah