Bupati Lumajang Tegaskan: Pendidikan Harus Maju Tapi Tetap Berakar pada Budaya - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 16 Mei 2025 08:35 WIB ·

Bupati Lumajang Tegaskan: Pendidikan Harus Maju Tapi Tetap Berakar pada Budaya


 Bupati Lumajang Tegaskan: Pendidikan Harus Maju Tapi Tetap Berakar pada Budaya Perbesar

LUMAJANG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Lumajang menjadi ajang refleksi untuk memperkuat arah pendidikan masa depan yang adaptif, berkarakter, dan tetap berakar pada budaya lokal.

Dalam apel yang berlangsung di Stadion Klakah Putra, Kecamatan Klakah, Kamis (15/5/2025), Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menyampaikan pesan penting: pendidikan tidak boleh kehilangan jati diri meskipun harus mengikuti perkembangan zaman.

Budaya Lokal Harus Menjadi Bagian dari Kurikulum

Setelah memimpin apel, Bunda Indah menandatangani Prasasti Hardiknas sebagai simbol komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan karakter dan budaya. Tahun ini, Hardiknas mengangkat tema: “Dengan Semangat Pendidikan Kita Gali Potensi Budaya Lumajang Melalui Pembiasaan Tari Daerah.”

Bunda Indah menjelaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu. Budaya harus hadir dalam sistem pendidikan sebagai sumber nilai dan identitas.

“Kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar. Kita harus cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan bangga pada budaya kita,” ujar Bunda Indah.

Pendidikan Modern Butuh Kolaborasi dan Identitas

Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal pelajaran di kelas, tapi juga membentuk manusia utuh. Guru harus menjadi agen pelestari budaya sekaligus inovator pendidikan.

Ia juga menegaskan pentingnya peran semua pihak. Sekolah, orang tua, dan pemerintah harus berjalan beriringan membangun sistem pendidikan yang berpihak pada karakter dan kearifan lokal.

Penampilan Tari Glipang Jadi Sorotan

Untuk mendukung pesan tersebut, ratusan anak-anak dari TK dan PAUD menampilkan Tari Glipang, tarian khas Lumajang yang menjadi simbol edukasi budaya sejak dini. Penampilan ini disambut antusias oleh peserta apel dan tamu undangan.

Pendidikan Tak Boleh Lepas dari Akar Daerah

Sebagai penutup, Bunda Indah kembali menekankan bahwa pendidikan harus relevan dengan tantangan zaman, namun tidak boleh melupakan jati diri.

“Kami ingin pendidikan di Lumajang melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, dan tetap bangga dengan budayanya sendiri,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pencarian Rizky di Pantai Pandanwangi Libatkan Keluarga hingga Nelayan Setempat

16 Oktober 2026 - 09:13 WIB

25 Truk Ditindak di Pasirian, Polisi Temukan Pelanggaran Jam Operasional dan SIM

15 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Kades Selok Anyar Sebut Kabar Sumpah Pocong Salah Total, Ini Penjelasannya

15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Satresnarkoba Lumajang Janjikan Razia Berkala di Tempat Hiburan Malam

15 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Satu Nelayan Hilang setelah Perahu Terbalik di Perairan Selatan Lumajang

15 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Kecelakaan Beruntun di Lumajang, Satu Orang Luka dan Kerugian Rp 30 Juta

15 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Trending di Daerah