Divonis 7 Tahun Penjara, Eks Ketua PN Surabaya Gagal Buktikan Asal Usul Rp 20 Miliar - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Kriminal · 22 Agu 2025 16:45 WIB ·

Divonis 7 Tahun Penjara, Eks Ketua PN Surabaya Gagal Buktikan Asal Usul Rp 20 Miliar


 Divonis 7 Tahun Penjara, Eks Ketua PN Surabaya Gagal Buktikan Asal Usul Rp 20 Miliar Perbesar

Surabaya, – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 7 tahun penjara terhadap mantan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan PN Jakarta Pusat, Rudi Suparmono, Jumat (22/8/2025).

Selain terbukti menerima suap dan gratifikasi, Rudi juga dinilai gagal membuktikan asal usul uang tunai dalam jumlah fantastis senilai sekitar Rp 20 miliar yang ditemukan di rumahnya.

Ketua Majelis Hakim Iwan Irawan dalam amar putusannya menyebutkan bahwa uang tunai dalam bentuk rupiah dan valuta asing itu ditemukan penyidik Kejaksaan Agung di dua koper dan dua tas ransel yang disimpan di dalam mobil di garasi rumah Rudi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Bahwa telah ditemukan dua tas ransel dan dua koper di dalam mobil yang diparkir di rumah terdakwa, berisi beberapa mata uang: Rp 1.721.569.000 (rupiah), USD 383.000 (dolar Amerika), dan SGD 1.099.581 (dolar Singapura),” ujar Hakim Ad Hoc Tipikor, Andi Saputra, dalam persidangan.

Baca juga: 1.000 Ton Gula Petani Lumajang Diserap Pemerintah, Harga Dijamin Stabil

Majelis hakim menilai jumlah tersebut sangat tidak wajar dimiliki seorang pejabat negara dengan penghasilan resmi sekitar Rp 35 juta per bulan.

Hakim menegaskan bahwa Rudi tidak dapat menunjukkan bukti penghasilan sah yang dapat menjelaskan kepemilikan uang dalam jumlah tersebut, serta tidak pernah melaporkan kekayaan itu kepada pihak berwenang seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Terobos Kuota, Bupati Jember Usulkan 3.378 Honorer R4 Jadi PPPK

“Jumlah aset yang ditemukan sangat fantastis dan tidak sesuai dengan penghasilan resmi seorang hakim. Hal ini jelas melampaui batas kewajaran kemampuan finansial seorang PNS,” lanjut Andi.

Dalam putusannya, hakim menyatakan Rudi terbukti melanggar Pasal 5 ayat 2 dan Pasal 12B juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, karena menerima suap sebesar SGD 43 ribu dari pengacara Lisa Rachmat.

Uang tersebut diberikan agar Rudi menggunakan kewenangannya untuk menunjuk majelis hakim yang mengadili kasus Gregorius Ronald Tannur, terdakwa pembunuhan Dini Sera.

Selain hukuman penjara, Rudi juga dijatuhi denda sebesar Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan. Majelis hakim juga menemukan dokumen tulisan tangan di rumah Rudi yang diduga mencatat penerimaan uang dalam konteks jabatannya sebagai Ketua PN kelas IA khusus di Surabaya dan Jakarta Pusat.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Lumajang: ASN yang Terbukti Memainkan Pajak Pasir Ditindak, Bukan Dipindah

30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Tes Urine 11 Orang Negatif, Polisi Temukan Lima Klip Diduga Sabu di Karaoke Lumajang

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dua Sapi Raib dari Kandang, Rasa Aman Peternak Lumajang Jadi Taruhan

15 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Satresnarkoba Lumajang Janjikan Razia Berkala di Tempat Hiburan Malam

15 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Lumajang Terbongkar

12 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tuntutan CSR dan Lahan Plasma Berujung Blokade Jalan, 2 Orang Diamankan Polisi

7 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Trending di Kriminal