Penantian Dua Dekade Warga Kedungjajang Terbayar, Jalan Rusak Kini Mulus - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang 100 Becak Listrik Hadiah Presiden: Napas Baru untuk Pengayuh Becak Lumajang yang Mulai Sepuh Transformasi Digital Tak Cukup dengan Infrastruktur: “Kuncinya Ada pada Pemanfaatan yang Efektif” Atlet Disabilitas Lumajang Bikin Sejarah: Sabet 3 Emas dan 1 Perak di Keparprov Jatim 2025 Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Pemerintah Perkuat Mitigasi Berbasis Informasi Resmi di Kawasan Lahar Semeru

Daerah · 28 Des 2025 15:27 WIB ·

Penantian Dua Dekade Warga Kedungjajang Terbayar, Jalan Rusak Kini Mulus


 Penantian Dua Dekade Warga Kedungjajang Terbayar, Jalan Rusak Kini Mulus Perbesar

Lumajang, – Penantian panjang warga Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, akhirnya berbuah manis. Jalan yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan parah dan membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, bahkan kerap disebut boken-coken oleh masyarakat setempat, kini telah direhabilitasi dan berubah menjadi mulus.

Selama lebih dari dua dekade, akses jalan di Desa Krasak nyaris tak pernah tersentuh pembangunan. Jalan sepanjang 900 meter tersebut menjadi salah satu keluhan utama warga karena kondisinya yang rusak, berlubang, dan licin saat musim hujan.

Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat Desa Curah Petung, terutama pada ruas Curah Petung, Grobokan yang merupakan akses jalan kabupaten.

Rehabilitasi jalan ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Lumajang pada tahun ini. Di Kecamatan Kedungjajang, terdapat empat ruas jalan yang mendapat sentuhan pembangunan, terdiri dari satu jalan desa di Desa Krasak dan tiga ruas jalan kabupaten yang berada di wilayah sekitarnya.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa pembangunan jalan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus dipenuhi, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah daerah bersama Wakil Bupati adalah menghadirkan kebahagiaan dan manfaat nyata bagi warga.

“Saya dan Mas Wabup hanya ingin satu saja, menyenangkan masyarakat. Tapi memang anggaran sangat terbatas, sehingga pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa panjang-panjang,” kata Indah, Minggu (28/12/2025).

Meski demikian, ia memastikan proyek rehabilitasi jalan yang direncanakan tahun ini telah terselesaikan. Hingga saat ini, Pemkab Lumajang telah merehabilitasi sebanyak 18 ruas jalan di berbagai wilayah kabupaten.

Namun tantangan ke depan semakin besar. Pemerintah daerah harus bersiap menghadapi pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai Rp266 miliar pada tahun anggaran mendatang. Kondisi ini membuat pembangunan infrastruktur harus direncanakan dengan lebih cermat dan bertahap.

“Dengan adanya pemangkasan anggaran, ya kita harus pelan-pelan. Tidak bisa sekaligus semuanya,” ujarnya.

Kondisi jalan di Desa Krasak sebelum direhabilitasi memang cukup memprihatinkan. Selain tidak pernah dibangun selama sekitar 25 tahun, kerusakan jalan juga diperparah oleh kondisi tanah dan aliran air di sekitar wilayah tersebut, seperti kawasan Kalisemut dan Bulu Kubung. Akibatnya, jalan kerap tergenang dan cepat rusak, menyulitkan aktivitas warga.

Tak hanya di Desa Krasak, rehabilitasi juga dilakukan di Desa Curah Petung, termasuk ruas Curah Petung, Grobokan sepanjang 2.425 meter yang merupakan akses jalan kabupaten.

Selain itu, pembangunan jalan juga mencakup wilayah Desa Kebonan dan jalan tembusan Desa Kebonan yang menjadi jalur penghubung penting antarpermukiman.

Secara keseluruhan, panjang jalan yang telah dibangun dan direhabilitasi di wilayah tersebut mencapai sekitar 2.300 meter. Kini, jalan-jalan tersebut sudah dalam kondisi baik, tidak lagi bergelombang, dan lebih aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan kondisi jalan ini disambut antusias oleh masyarakat. Banyak warga mengungkapkan rasa syukur dengan menggelar selamatan sederhana sebagai bentuk terima kasih atas pembangunan yang telah lama dinantikan. Momen tersebut bahkan kerap diabadikan dan diunggah ke media sosial.

“Sekarang malah sering lihat setelah dibangun langsung selamatan, terus masuk TikTok,” tuturnya.

Dengan rampungnya rehabilitasi jalan di Desa Krasak, Curah Petung, dan wilayah Kedungjajang lainnya, ia berharap akses transportasi masyarakat menjadi semakin lancar. Jalan yang layak diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses warga ke layanan pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

“Jalannya sekarang sudah bagus dan tidak berjamping. Mudah-mudahan dengan selesainya pembangunan jalan ini, perputaran ekonomi masyarakat bisa meningkat dan kesejahteraan warga semakin baik,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda

31 Desember 2025 - 10:16 WIB

Dilema Politisi Pendukung Bupati, Tahu Masalah, Tapi Mengaku Tak Bisa Bicara

30 Desember 2025 - 12:39 WIB

Dugaan Pengkondisian Proyek APBD Jember, Infrastruktur Dikebut, Kualitas Dipertanyakan

30 Desember 2025 - 12:25 WIB

Cegah Bahaya Kebakaran, Kapolres Lumajang Larang Penggunaan Petasan dan Kembang Api

30 Desember 2025 - 10:09 WIB

Harga Urea Rp130 Ribu per Sak, Kios Resmi Beberkan Tekanan Jual di Atas HET

29 Desember 2025 - 11:46 WIB

Refleksi DPRD Jember, Pemerintahan Daerah Rawan Masalah Administrasi dan Pengawasan

29 Desember 2025 - 10:28 WIB

Trending di Daerah