Saifuddin: Jangan Sampai Perwali Antigratifikasi Hanya Jadi Pajangan Regulasi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 4 Sep 2025 17:21 WIB ·

Saifuddin: Jangan Sampai Perwali Antigratifikasi Hanya Jadi Pajangan Regulasi


 Saifuddin: Jangan Sampai Perwali Antigratifikasi Hanya Jadi Pajangan Regulasi Perbesar

Surabaya, – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Mohammad Saifuddin, mengingatkan Pemerintah Kota Surabaya agar tidak menjadikan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Pencegahan, Pelaporan, dan Pengendalian Gratifikasi sebagai sekadar simbol formalitas di atas kertas.

Menurut Saifuddin, meski regulasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan birokrasi, keberhasilannya tetap bergantung pada komitmen pelaksanaan di lapangan.

“Aturan ini jangan hanya jadi pajangan. Harus ada bukti nyata bahwa ini dijalankan, terutama sampai di level kelurahan. Kalau hanya jadi slogan, maka tidak akan efektif,” tegasnya saat ditemui di Surabaya, Kamis (4/9/25).

Baca juga: DLH Lumajang Tunda Penataan Taman Anak dan Parkir

Saifuddin mengapresiasi langkah awal Pemkot, seperti pemasangan spanduk, poster, dan flyer antigratifikasi di berbagai titik layanan publik. Namun ia menekankan bahwa kampanye visual semata tidak cukup bila tidak diikuti dengan pengawasan internal yang kuat dan evaluasi berkala.

“Pemasangan materi kampanye memang bagus untuk meningkatkan kesadaran, tapi tanpa pengawasan dan sanksi, itu tidak akan berdampak banyak,” ujarnya.

Baca juga: Dugaan Korupsi Sosperda DPRD Jember Masuk Babak Baru, Tersangka Segera Diumumkan

Ia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pelapor dugaan gratifikasi, agar masyarakat merasa aman dan berani melaporkan praktik-praktik yang mencurigakan.

“Perlindungan pelapor itu krusial. Jangan sampai warga takut untuk melapor karena khawatir akan ada tekanan atau intimidasi,” tambahnya.

Saifuddin mendorong Pemkot Surabaya agar menerapkan prinsip transparansi dalam penanganan laporan gratifikasi, termasuk membuka data ringkas tentang jumlah laporan yang masuk, proses tindak lanjut, dan hasil penyelesaiannya.

“Kalau masyarakat bisa melihat bahwa laporan benar-benar ditangani, itu akan membangun kepercayaan. Jangan sampai kesannya seperti formalitas saja,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah