Selamat dari Reruntuhan, Kisah Santri 13 Tahun Lolos Dari Musala yang Roboh - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 30 Sep 2025 11:22 WIB ·

Selamat dari Reruntuhan, Kisah Santri 13 Tahun Lolos Dari Musala yang Roboh


 Selamat dari Reruntuhan, Kisah Santri 13 Tahun Lolos Dari Musala yang Roboh Perbesar

Sidoarjo, – Suasana khusyuk salat berjemaah di sebuah musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi kepanikan massal. Sekitar pukul 15.00 WIB, bangunan musala yang sedang dalam tahap pembangunan itu ambruk seketika, menimpa para santri yang berada di dalamnya.

Di tengah puing-puing beton dan suara jeritan minta tolong, seorang santri berusia 13 tahun, Muhammad Rijalul Qoib, berhasil menyelamatkan diri dari maut. Santri asal Kabupaten Sampang, Madura, itu menceritakan detik-detik menegangkan saat dirinya berada di lokasi kejadian.

“Awalnya saya dengar suara ‘krek’, seperti ada yang retak. Terus bunyinya makin keras. Saya langsung lari mau ke tempat wudu,” ujar Rijalul, Selasa (30/9/25).

Baca juga: Tragedi di Sidoarjo, Atap Ponpes Ambruk Saat Santri Salat, 1 Tewas, Puluhan Luka

Menurutnya, saat itu pengecoran sedang dilakukan di lantai empat bangunan musala yang rencananya akan dibangun tiga lantai. Namun karena bagian atas langsung dicor penuh tanpa penguatan bertahap, struktur bangunan bawah tidak mampu menahan beban.

“Enggak diisi setengah, langsung full dicor. Bahan di bawahnya enggak kuat,” tambahnya.

Meski masih dalam proses pembangunan, musalla itu sudah digunakan untuk kegiatan keagamaan para santri, termasuk salat dan mengaji. Saat kejadian, puluhan hingga ratusan santri sedang salat berjemaah, termasuk Rijalul.

Baca juga: Pinjaman Daerah Surabaya Dikoreksi Jadi Rp 1,5 Triliun, DPRD: Ini Keputusan Politik, Bukan Teknis Semata

Ia mengatakan sempat terkena puing atap saat mencoba melarikan diri. Bahkan, tubuhnya sempat terjebak di antara celah-celah beton yang runtuh. Namun, dengan sisa tenaga dan keberanian, ia berhasil keluar dari timbunan reruntuhan.

“Sempat kena atap, kena muka saya. Tapi saya bisa keluar lewat celah-celah bangunan yang roboh,” ungkapnya lirih.

Peristiwa tragis ini mengakibatkan sedikitnya 79 santri menjadi korban. Dari jumlah itu, satu orang santri dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya dilarikan ke dua rumah sakit di Sidoarjo, yakni RS Siti Hajar dan RSUD Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan dan penyelidikan atas insiden ini. Proses evakuasi juga dilakukan dengan hati-hati, mengingat kondisi reruntuhan yang masih labil.

“Kami menemukan kurang lebih 79 korban. Satu korban meninggal dunia saat ini sedang dalam proses pemulangan jenazah ke pihak keluarga,” kata Jules.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah