5.606 Buruh Tembakau Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 6 Okt 2025 18:22 WIB ·

5.606 Buruh Tembakau Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT Lumajang


 5.606 Buruh Tembakau Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT Lumajang Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi pekerja sektor informal.

Tahun ini, sebanyak 5.606 buruh tembakau di Lumajang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kepala Disnaker Kabupaten Lumajang, Subechan, mengungkapkan bahwa dari total dana DBHCHT sebesar Rp1,9 miliar, sekitar Rp732 juta lebih dialokasikan khusus untuk membiayai iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan buruh tersebut.

Baca juga: Rp1,9 Miliar dari DBHCHT, Disnaker Lumajang Genjot Keterampilan Buruh Tembakau

“Tujuan utama dari program ini adalah memberikan perlindungan kerja bagi para buruh tembakau, yang selama ini bekerja tanpa jaminan sosial apa pun. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Subechan, Senin (6/10/2025).

Buruh tembakau, lanjut Subechan, termasuk dalam kategori pekerja rentan, karena umumnya bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak tetap dan minim perlindungan kerja. Dengan adanya program ini, para buruh tersebut kini bisa merasakan manfaat perlindungan seperti jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).

Baca juga: Bangunan Pendidikan Tanpa Legalitas? Ponpes di Lumajang Belum Ajukan PBG Sejak 2020

Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal integrasi buruh sektor informal ke dalam sistem perlindungan sosial nasional, sejalan dengan visi pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, DBHCHT tahun ini juga dimanfaatkan untuk menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja bagi buruh dan keluarganya. Empat jenis pelatihan yang digelar mencakup otomotif, pengelasan, kelistrikan, dan desain, dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar.

“Kami ingin tidak hanya memberikan perlindungan sosial, tapi juga membuka jalan bagi peningkatan ekonomi masyarakat lewat pelatihan kerja,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah