Pelaku Wisata Tumpak Sewu Curhat: Ada yang Diproses, Ada yang Dibiarkan, Di Mana Letak Keadilan? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pariwisata · 21 Sep 2025 15:45 WIB ·

Pelaku Wisata Tumpak Sewu Curhat: Ada yang Diproses, Ada yang Dibiarkan, Di Mana Letak Keadilan?


 Pelaku Wisata Tumpak Sewu Curhat: Ada yang Diproses, Ada yang Dibiarkan, Di Mana Letak Keadilan? Perbesar

Lumajang, – Isu dugaan ketidakadilan dalam penegakan aturan di kawasan wisata Tumpak Sewu, Kecamatan Pronojiwo, kembali mencuat. Kali ini, pelaku wisata lokal, Tholip Chiko, menyuarakan keresahannya terkait perlakuan yang tidak setara terhadap pengelola wisata di kawasan tersebut.

Dalam keterangannya, Tholip mengaku kecewa karena merasa adanya perlakuan pilih kasih dari aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait dalam urusan perizinan dan penindakan.

Menurutnya, ada lokasi wisata yang sudah diproses hukum karena dianggap belum berizin, sementara yang lain tetap beroperasi seperti biasa meski status izinnya juga belum jelas.

Baca juga: Saya Tak Menyangka Indonesia Punya Ini! Tumpak Sewu Bikin Turis Asing Terpukau

“Mohon maaf, saya ini orang kecil, tapi saya heran. Kalau salah ya salah, tapi kenapa yang satu dipanggil berkali-kali ke Polda, yang lain diam saja padahal izinnya juga belum lengkap?,” katanya, Minggu (21/9/25).

Tholip menuturkan, dirinya telah menjalani proses pemeriksaan hukum hingga lima kali terkait pengelolaan Tumpak Sewu 2, padahal menurutnya segala proses perizinan sudah ditempuh, termasuk rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Pemerintah Matangkan Kajian, Pendanaan Swasta Jadi Prioritas

Disamping itu, ia menyebut ada pengelola lain di wilayah Tumpak Sewu 1 yang justru tidak mengetahui bahwa area panoramanya masuk dalam zona sepadan milik Provinsi—sebuah kawasan yang seharusnya memerlukan izin khusus dari instansi teknis seperti PUSDA. Namun, kasus ini tidak pernah dipersoalkan lebih jauh.

“Kenapa yang satu dikawal terus proses hukumnya, sementara yang satu dibiarkan saja? Ini milik daerah, bukan milik pribadi. Tapi kenapa seperti ini kejadiannya?” tambah Tholip dengan nada kecewa.

Ia juga menyinggung lokasi wisata yang dikelolanya telah memberikan kontribusi nyata, baik melalui kunjungan wisatawan yang meningkat signifikan setiap pekan, maupun potensi PAD yang bisa mencapai ratusan juta rupiah jika dikelola secara maksimal.

Lebih lanjut, Tholip berharap agar tidak ada lagi tebang pilih dalam penegakan hukum dan perizinan pariwisata. Ia meminta agar pemerintah dan aparat penegak hukum berlaku adil terhadap semua pelaku wisata, serta lebih fokus pada upaya pembinaan, bukan sekadar penindakan.

“Kalau memang belum berizin, ya kita lengkapi sama-sama. Tapi jangan sampai hanya satu pihak yang ditekan. Mari kita dukung semua wisata agar maju bersama, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai tudingan adanya ketimpangan dalam perlakuan terhadap pelaku wisata di kawasan Tumpak Sewu.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lumajang: Jangan Ngaku Orang Indonesia Kalau Belum ke Tumpak Sewu

20 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Sedekah Desa hingga Agrowisata, Bukit Jenggolo Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Bromo Ditutup, Tumpak Sewu Panen Turis Asing: Kunjungan Naik 40 Persen

12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Bromo Tak Bisa Dikunjungi, Turis Asing Dialihkan ke Tumpak Sewu oleh Pemandu Wisata

12 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Trending di Pariwisata